Selasa, April 13, 2021

BMKG: Waspadai Potensi Bencana Akhir Tahun

Must read

Berita sulawesi tengah, gemasulawesiBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peringatkan potensi bencana akhir tahun 2020.

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rentan untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat mesti terus memantau perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca melalui BMKG,” ungkap Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Agie Wandala Putra, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, ancaman bencana hidrometeorologi ini antara lain banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Baca juga:BMKG: Frekuensi Bencana La Nina Berpotensi Naik

Terkait bibit siklon tropis 96S saat ini kata dia, terpantau berada di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara.

“Posisinya, sekitar 21.1 LS -119 BT, di luar wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, tekanan di pusat sistem 1000 hPa dengan kecepatan angin maksimum 30 knots.

Nampaknya, aktivitas monsun Asia akan terus menguat. Jika dilihat dari kondisi alamiah yang akan terjadi akhir tahun ini, dan awal tahun depan.

Baca juga:BMKG: Gempa Hari Ini di Palasa Akibat Aktivitas Sesar Lokal

“Kondisi daerah tekanan rendah bisa sewaktu-waktu tumbuh di selatan Indonesia,” terangnya.

BMKG kata dia, juga memantau keberadaan fenomena gelombang tropis yang sering meningkatkan potensi hujan.

Maka, bagi masyarakat yang melakukan aktivitas perjalanan maupun liburan pada akhir tahun ini agar berhati-hati.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dari Januari hingga 11 Desember 2020 telah terjadi 2802 kejadian bencana.

Baca juga: BPBD Minta Warga Palasa Waspadai Aktivitas Gempa Terkini

Dari total kejadian, banjir terjadi sebanyak 1015 kejadian, tanah longsor 535 kejadian bencana. Jumlah orang menderita dan mengungsi mencapai 6,1 juta jiwa dan 357 orang meninggal.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga mengatakan curah hujan mendekati akhir Desember diprakirakan semakin meningkat, apalagi ada dampak La Nina.

“Saat ini kita mendekati akhir Desember, pada pekan terakhir Desember, curah hujan akan semakin meningkat apalagi ada dampak La Nina,” urainya.

Menurutnya, dengan peningkatan curah hujan perlu diwaspadai bencana hidrometeorologi.

Baca juga: Berita Gempa Sulawesi Hari Ini, BMKG Minta Masyarakat Palasa Tidak Panik

“Mohon cek kawasan lereng-lereng, ciri akan longsor antara lain ditandai tanah retak, tiba-tiba pohon miring, dan muncul mata air pada lereng,” tuturnya.

Kalau ada kejadian seperti itu kata dia, segera melapor ke pihak berwenang agar bisa segera dilakukan antisipasi.

“Kami memprediksi musim hujan akan berakhir sekitar Mei 2021. Jadi, pekerjaan rumahnya masih panjang,” tutupnya.

Baca juga:Peringatan Dini Cuaca BMKG di Sulawesi Tengah

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article