Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Perempuan Terduga Pengedar Putaw di Batam Terancam Hukuman Mati

Perempuan Terduga Pengedar Putaw di Batam Terancam Hukuman Mati
Foto: Illustrasi penggunaan barang terlarang Narkoba jenis Putaw.

Gemasulawesi- Seorang perempuan berinisial SAY alias C pengedar Putaw di Batam, Kepulauan Riau diancam hukuman mati atau pidana seumur hidup.

“Pelaku akan dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia no. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup,” ungkap Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri Kombes Mudji Supriyadi, di Kepulauan Riau, Senin 16 Agustus 2021.

Dia mengatakan, terungkapnya kasus pengedar Putaw di Batam itu berdasarkan laporan masyarakat yang menginformasikan, ada seorang perempuan diduga memiliki narkotika.

Baca juga: Dimusnahkan, 699 Gram Sabu dari Empat Kasus Narkoba di Sulteng

“Dari sana kami lakukan pengembangan dan akhirnya berhasil mengamankan pelaku,” kata dia.

Pelaku pengedar Putaw di Batam diamankan atas kepemilikan putaw oleh tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri, pekan kemarin sekitar pukul 23.30 WIB, berlokasi di depan SPBU Jl Raja H Fisabilillah Kota Batam.

“Beruntung hal ini cepat diketahui kami, sehingga proses transaksinya berhasil digagalkan,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku pengedar Putaw di Batam, ditemukan satu kantong plastik berwarna kuning di dalamnya terdapat kotak handphone Redmi Note 9 berisikan satu kantong plastik bening diduga narkotika jenis Putaw seberat 155 gram, satu unit Handphone merk OPPO A37F warna hitam dan KTP.

Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah berada Ditresnarkoba Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bea cukai gagalkan aksi penyelundupan

Sebelumnya, jajaran Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tipe B Batam kembali berhasil menggagalkan aksi penyelundupan sabu dari Batam menuju Lombok menggunakan tranportasi udara.

Dari aksi penggagalan ini, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri menerima limpahan sejumlah barang bukti (BB) dan satu orang tersangka berinisial BS (33) warga Sagulung, Batam.

Adapun BB yang berhasil disita dari tangan tersangka di antaranya lima bungkus sabu dibalut dengan kondom, dengan berat diperkirakan 394 gram. Pelaku menyembunyikan barang haram itu, dalam anusnya.

Satu unit ponsel merek Oppo berwarna biru dengan nomor AS 0853 6340 7852, satu lembar KK dengan No.KK: 2171112908190001 atas nama Beto Satrianto, satu lembar e-ticket pesawat Citilink QG941 dengan tujuan penerbangan BTH-CGK, dan satu lembar e-ticket pesawat Citilink QG640 tujuan penerbangan CGK-LOP.

“Terakhir uang tunai Rp 478.000,” tutupnya. (***)

Baca juga: Dua Penyelundup Narkoba Asal Malaysia Dipidana Seumur Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post