Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Perempuan 86 Tahun dari Yogjakarta Sumbang 1 Mobil Ambulans Untuk Tangani Covid19

Perempuan 86 Tahun dari Yogjakarta Sumbang 1 Mobil Ambulans Untuk Tangani Covid19
Foto: Perempuan 86 Tahun dari Yogjakarta Sumbang 1 Mobil Ambulans Untuk Tangani Covid19.

Gemasulawesi– Perempuan 86 tahun dari Kota Kabupaten bantul, Yogjakarta, bernama Tuginem ini luar biasa jiwa sosialnya.

Betapa tidak. Sekalipun hanya orang awam, dia sanggup menyumbang satu unit mobil ambulans khusus untuk menangani pasien covid19.

Dia menyerahkan mobil ambulansnya itu kepada Muhammadiyah Covid19 Command Centre (MCCC) Sewon Selatan.

“Kan, tiap hari saya duduk di situ [samping kantor Lazis Mu Sewon Selatan yang sekaligus jadi kantor MCC Sewon Selatan]. Dan, setelah melihat banyak yang butuh ambulans, saya mewakafkan uang saya untuk dibelikan ambulans,” kata perempuan warga Pedukuhan Diro, Pendowoharjo, Sewon, bantul ini kepda wartawan, Senin 6 September 2021.

Baca juga: Pasien Covid19 Tewas Terpeleset, Diduga Hendak Kabur

Mobil ambulans yang disumbangkann Tuginem adalah jenis Suzuki APV.

Bantuan mobil ambulans ini menambah jumlah mobil ambulans milik MCCC. Sebelumnya, MCCC hanya puya satu unit. Padahal, banyak orang membutuhkannya.

Untuk wakaf satu unit ambulans, Tuginem yang tidak memiliki putra dan tinggal bersama keponakannya ini, harus merogoh uang senilai Rp110 juta.

Baca juga: Kota Palu dan Morowali Penyumbang Terbanyak Covid 19 Hari Ini

Baca juga: Bio Farma Kembangkan Alat PCR Metode Kumur Bernama BioSaliva

“Duit beli mobilnya dari tabungan saya. Hasil panen pertanian. Memang tidak saya kerjakan sendiri lahan pertaniannya. Tapi uangnya dari biaya penyewa dan penggarap sawah saya,” jelas Tuginem.

Keponakan Tuginem sekaligus bendahara Lazis Mu Sewon Selatan, Fauzan (39 tahun), menyebut mobil ambulans wakaf Tuginem akan dimanfaatkan sebagai pengangkut pasien Covid19 dan jenazah lainnya.

Baca juga: Pemkab Bantul Buka Layanan Oksigen Gratis Pasien Isoman

Baca juga: Dukung Eliminasi Malaria di Parimo, BTKLPP Kemenkes Lakukan Kajian Kelayakan

“Bantuan ini akan sangat membantu kami,” ujarnya.

Sumbangan Tuginem ini tentu realita hidup yang menginspirasi banyak orang. Menyumbang tidak harus mengaku kaya, apalagi seperti keluarga Akidi Tio yang menyumbangkan hartanya Rp32 triliun lewat kepolisian di Sumatera Selatan, tapi tidak ada wujudnya sampai sekarang. (****)

Baca juga: Parimo Dapat Bantuan Satu Unit Speed Boat Ambulans

Baca juga: Satgas Dorong Puskesmas di Parigi Moutong Optimalisasi Tracing Covid19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post