Perempuan 86 Tahun dari Yogjakarta Sumbang 1 Mobil Ambulance Untuk Tangani Covid19

waktu baca 2 menit
Foto: Perempuan 86 Tahun dari Yogjakarta Sumbang 1 Mobil Ambulans Untuk Tangani Covid19.

Gemasulawesi– Perempuan 86 tahun dari Kota Kabupaten bantul, Yogjakarta, bernama Tuginem ini luar biasa jiwa sosialnya.

Betapa tidak. Sekalipun hanya orang awam, dia sanggup sumbang satu unit mobil ambulance khusus untuk menangani pasien covid19.

Baca Juga: Saiful Jamil Muncul di Media, KPI Khawatir Korban Kekerasan Seksual Takut Terbuka

Dia menyerahkan sumbang mobil ambulance itu kepada Muhammadiyah Covid19 Command Centre (MCCC) Sewon Selatan.

“Kan, tiap hari saya duduk di situ [samping kantor Lazis Mu Sewon Selatan yang sekaligus jadi kantor MCC Sewon Selatan]. Dan, setelah melihat banyak yang butuh ambulance, saya mewakafkan uang saya untuk dibelikan ambulance,” kata perempuan warga Pedukuhan Diro, Pendowoharjo, Sewon, bantul ini kepda wartawan, Senin 6 September 2021.

Baca juga: Pasien Covid19 Tewas Terpeleset, Diduga Hendak Kabur

Mobil ambulance yang disumbangkann Tuginem adalah jenis Suzuki APV.

Bantuan mobil ambulance ini menambah jumlah mobil ambulance milik MCCC. Sebelumnya, MCCC hanya puya satu unit. Padahal, banyak orang membutuhkannya.

Untuk wakaf satu unit ambulance, Tuginem yang tidak memiliki putra dan tinggal bersama keponakannya ini, harus merogoh uang senilai Rp110 juta.

Baca juga: Kota Palu dan Morowali Penyumbang Terbanyak Covid 19 Hari Ini

Baca juga: Bio Farma Kembangkan Alat PCR Metode Kumur Bernama BioSaliva

“Duit beli mobilnya dari tabungan saya. Hasil panen pertanian. Memang tidak saya kerjakan sendiri lahan pertaniannya. Tapi uangnya dari biaya penyewa dan penggarap sawah saya,” jelas Tuginem.

Keponakan Tuginem sekaligus bendahara Lazis Mu Sewon Selatan, Fauzan (39 tahun), menyebut mobil ambulance wakaf Tuginem akan dimanfaatkan sebagai pengangkut pasien Covid19 dan jenazah lainnya.

Baca juga: Pemkab Bantul Buka Layanan Oksigen Gratis Pasien Isoman

Baca juga: Dukung Eliminasi Malaria di Parimo, BTKLPP Kemenkes Lakukan Kajian Kelayakan

“Bantuan ini akan sangat membantu kami,” ujarnya.

Sumbangan Tuginem ini tentu realita hidup yang menginspirasi banyak orang. Menyumbang tidak harus mengaku kaya, apalagi seperti keluarga Akidi Tio yang menyumbangkan hartanya Rp32 triliun lewat kepolisian di Sumatera Selatan, tapi tidak ada wujudnya sampai sekarang. (****)

Baca juga: Parimo Dapat Bantuan Satu Unit Speed Boat Ambulans

Baca juga: Satgas Dorong Puskesmas di Parigi Moutong Optimalisasi Tracing Covid19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.