Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Perdagangan Spot Rupiah Melemah, Nilai Tukar Rp14.387 per Dolar AS

Perdagangan Spot Rupiah Melemah, Nilai Tukar Rp14.387 per Dolar AS
Foto: Illustrasi perdagangan spot rupiah.

Gemasulawesi– Perdagangan spot rupiah melemah, nilai tukar Rp14.387 per Dolar As. Walaupun sempat berada di posisi Rp14.382.

“Isu tapering atau pengetatan kebijakan moneter bank sentral akan dilakukan The Fed, masih menjadi sentimen negatif untuk rupiah dan mata uang lainnya,” ungkap Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong, dalam keterangannya, Jumat 13 Agustus 2021.

Baca juga: Akibat Lonjakan Covid 19, Rupiah Anjlok ke Rp 14.390

Ia mengatakan, Dolar AS melanjutkan tren penguatan karena ekspektasi tapering (bank sentral AS).

Diketahui, saat ini The Fed masih melonggarkan kebijakan moneternya. Bank sentral AS itu masih mempertahankan suku bunga rendah.

Baca juga: Liburan Akhir Pekan, Ini 11 Spot Wisata Parimo Terbaik

Perdagangan spot rupiah melemah, sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.388 per dolar AS. Atau menguat dibandingkan posisi sebelumnya yakni Rp14.389 per dolar AS.

Selain perdagangan spot rupiah melemah, sore ini tercatat mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS.

Baca juga: Survei TURC Temukan Masih Banyak Pekerja Tidak Dapat Bantuan

Tercatat perdagangan spot rupiah melemah, rupee India melemah 0,05 persen, ringgit Malaysia melemah 0,17 persen, dan bath Thailand melemah 0,9 persen.

Lalu, dolar Taiwan melemah 0,12 persen, dolar Singapura melemah 0,04 persen, won Korea Selatan melemah 0,67 persen, dan yuan China melemah 0,04 persen.

Baca juga: Perdagangan RI – China Segera Tidak lagi Gunakan Dolar AS 

Mayoritas mata uang negara maju justru menguat terhadap dolar AS

Sebaliknya, mayoritas mata uang di negara maju justru menguat di hadapan dolar AS. Kondisi ini ditunjukkan dolar Australia menguat 0,05 persen dan dolar Kanada menguat 0,06 persen.

Sebelumnya, Wakil Gubernur The Fed Richard Claridaa mengatakan pihaknya berpotensi melakukan tapering beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Liburan Akhir Pekan, Ini 11 Spot Wisata Parimo Terbaik

Tapering akan mengurangi likuiditas dolar AS di pasar. Dengan begitu, dolar AS akan menguat.

Tapering dilakukan karena data tenaga kerja AS menunjukkan perbaikan. (**)

Baca juga: Akibat Lonjakan Covid 19, Rupiah Anjlok ke Rp 14.390

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post