Perdagangan RI – China Segera Tidak lagi Gunakan Dolar AS

Perdagangan RI - China Segera Tidak lagi Gunakan Dolar AS
Foto: Illustrasi mata uang Dollar AS.
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi– Perdagangan RI – China segera tidak lagi menggunakan dollar AS, usai Bank Indonesia (BI) rampungkan seluruh persyaratan maupun teknis operasional.

“Kesepakatan ini telah diteken pada September tahun lalu. Diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam konferensi pers, Kamis 22 Juli 2021.

Bahkan bank sentral sudah menunjuk bank dan mekanisme teknis perdagangan RI-China pun telah diselesaikan.

Selain itu, pihaknya telah sosialisasi Local Currency Settlement antara China dan Indonesia dengan kementerian/lembaga serta dunia usaha, untuk mendukung ekspor perdagangan RI-China.

Operasional atau implementasi ini disatukan dengan program pendalaman pasar keuangan.

Dengan demikian, bank-bank disepakati dan ditunjuk Local Currency Settlement ini tidak hanya memfasilitasi perdagangan, serta investasi yuan dan rupiah. Tapi juga diarahkan untuk diimplementasikan program pendalaman pasar uang.

“Jadi tidak hanya untuk menggunakan transaksi, tapi bagaimana mekanisme ini bisa mendukung valuta asing rupiah-yuan di dalam negeri. Berbagai program pendalaman pasar tidak hanya investasi PMA, bahkan juga disatukan program pendalaman pasar uang sesuai dengan blueprint 2025,” jelas dia.

Baca juga: Parimo Bentuk Tim Teknis Verifikasi Tambahan Bantuan Rumah Rusak

LCS kurangi ketergantungan terhadap Dollar AS

Diketahui, dengan Local Currency Settlement ini maka perdagangan RI – China bisa mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Sehingga, tidak perlu lagi repot-repot tukar dolar AS saat melakukan transaksi perdagangan RI – China.

Sekarang pelaku usaha atau perbankan memiliki minat tinggi untuk penggunaan LCS ini. Sama halnya dengan pelaku usaha di China.

Untuk penerapan Local Currency Settlement dengan mata uang negara lain, selain dolar AS, memerlukan sosialisasi. Hal ini karena Dolar AS masih merajai transaksi perdagangan di seluruh dunia. Sehingga perlu kebijakan yang membuat dapat beralih.

Transaksi di Local Currency Settlement ini mencakup penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung serta perdagangan antar bank untuk mata uang negara itu dan rupiah. Selain itu ada juga sharing informasi dan diskusi secara berkala antar otoritas.

Indonesia juga sudah menjalin kerja sama penggunaan mata uang lokal dengan Malaysia, Thailand, dan Jepang. (***)

Baca juga: Indonesia-China Kerjasama Perdagangan Local Currency Settlement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post