Indonesia-China Kerjasama Perdagangan Local Currency Settlement

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi Perdagangan Indonesia-China.

Berita nasional, gemasulawesi– Untuk penggunaan mata uang Rupiah dan Yuan sebagai alat transaksi perdagangan, Indonesia-China melakukan kerjasama Local Currency Settlement (LCP), mulai diberlakukan bulan depan.

“Dengan China kita siapkan regulatornya. Juli atau kuartal III launching dan diterapkan,” ungkap Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Donny Hutabarat, dalam acara diskusi Blueprint Pengembangan Pasar Uang 2025, Jumat 25 Juni 2021.

Perdagangan Indonesia-China dengan LCS ini, maka kedua negara bekerja sama bisa mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Sehingga, tidak perlu lagi repot-repot tukar dolar AS saat melakukan transaksi perdagangan.

Sekarang pelaku usaha atau perbankan memiliki minat tinggi untuk penggunaan LCS ini. Sama halnya dengan pelaku usaha di China.

Baca juga: Warga Demo Tuntut Evaluasi Izin Tambang Nikel di Banggai

“Minat indikasi kalau kita diskusi dengan pelaku dan perbankan minatnya tinggi. Nanti dengan China saya rasa juga paling cepat penggunaan LCS,” jelasnya.

Baca juga: Aparat Ciduk Pria Kerap Transaksi Sabu di Bungin, Banggai

Untuk penerapan LCS dengan mata uang negara lain, selain dolar AS, memerlukan sosialisasi. Hal ini karena Dolar AS masih merajai transaksi perdagangan di seluruh dunia. Sehingga perlu kebijakan yang membuat dapat beralih.

Baca juga: DPRD Nilai Positif Penyiapan Tenaga Kerja di Parigi Moutong

“Ada insentif yang juga dibuat dan bagaimana diimplementasikan masing-masing negara, dari sisi pelaku usaha masih melakukan itu,” jelas dia.

Baca juga: Polisi Bekuk Pria Sedang Transaksi Narkoba di Banggai

Transaksi di LCS ini mencakup penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung serta perdagangan antar bank untuk mata uang negara tersebut dan rupiah. Selain itu, ada juga sharing informasi dan diskusi secara berkala antar otoritas.

Baca juga: Ekonom: Potensi Warisan Utang 10 Ribu Triliun Rupiah

Indonesia juga sudah menjalin kerja sama penggunaan mata uang lokal dengan Malaysia, Thailand, dan Jepang. Bank Sentral mengatakan, saat ini kedua belah pihak juga terus menjalin komunikasi dengan para eksportir dan importir di mitra negara itu. (***)

Baca juga: Akibat Lonjakan Covid 19, Rupiah Anjlok ke Rp 14.390

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.