Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Penyebar Video Hoaks di Padang Dijerat Pidana Enam Tahun Penjara

Polda Sumbar menyebut pelaku penyebar video hoaks di Padang bisa dijerat pidana enam tahun penjara.
Foto: Illustrasi Penyebar Video Hoaks di Padang.

Berita nesional, gemasulawesi– Polisi menyebut pelaku penyebar video hoaks di Padang bisa dijerat pidana enam tahun penjara.

“Penyebarnya bisa dijerat pasal 28 Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE),” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, di Jakarta, Minggu 25 Juli 2021.

Penyebar video hoaks di Padang itu dibuat sendiri dan disebarkan Awaluddin Rao, mantan Wakil Ketua DPRD Tapanuli Tengah. Ia diperiksa bersama sopirnya Hendra.

Baca juga: Polisi Bekuk Dua Penyatron Masjid di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Dua Buron

“Dalam video itu dia bilang matanya ditusuk pena hingga buta. Padahal pelipisnya kena. Itupun kita tidak tahu kejadiannya seperti apa,” kata dia.

Dalam video berdurasi 2 menit 8 detik itu, Rao mengaku didorong petugas hingga matanya tertusuk pena.

“Saya didorong pak, saya megang pena. Akhirnya ketusuk mata saya. Mata saya sudah buta,” kata Rao dalam video yang sempat viral itu.

Rao terlihat memakai baju kemeja putih dan wajahnya berlumuran darah.

“Ini posko penyekatan di perbatasan Solok. Kebetulan saya baru memutar saja pak melihat truk kita yang terbalik,” kata Rao.

Rao mengaku sudah melapor ke petugas saat melintas dengan tujuan melihat truk miliknya terbalik.

Baca juga: Ini Pesan Bupati Parigi Moutong kepada Kepala Sekolah Baru Terlantik

Polisi Periksa Pembuat dan Penyebar Video

Polda Sumbar memeriksa pembuat dan penyebar video diduga Hoaks terkait  insiden di pos penyekatan Kota Padang.

“Sudah kita periksa di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus). Sekarang kasusnya ditangani di sana,” sebutnya.

Saat ini Ditkrimsus masih terus mendalami kasus itu, meskipun bersangkutan telah meminta maaf di Polresta Padang beberapa waktu lalu.

“Dia diperiksa sebagai saksi dulu. Keterangannya sudah kita ambil. Kita nanti akan minta juga keterangan saksi ahli,” kata dia.

Polisi menyelidiki kasus itu, Awaluddin Rao mengaku didorong petugas penyekatan PPMK Darurat di Padang, Sumatera Barat, Jumat 16 Juli 2021 lalu.

Rao penyebar video hoaks di Padang menyebarkan berita bohong dan menyesatkan. Karena tidak dalam kondisi buta seperti disebutkan dalam video itu.

“Kita selidiki kasus penyebaran video yang diduga berisikan berita bohong itu. Ini merugikan petugas PPKM bekerja. Dengan beredar video itu, seolah-olah petugas melakukan tindakan salah,” tutupnya. (***)

Baca juga: Pelaku Pemerkosaan Anak di Maluku Utara Dijerat Pasal Berlapis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post