Kamis, April 22, 2021

Polisi Bekuk Dua Penyatron Masjid di Kota Palu, Dua Buron

Must read

Berita kota palu, gemasulawesi– Polisi berhasil membekuk dua penyatron masjid di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dua lainnya buron.

“Mereka menyatroni masjid di Jalan Tembang Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat,” ungkap Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto, di Kota Palu, Kamis 18 Maret 2021.

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan polisi terungkap pelaku A penyatron masjid di Kota Palu, Sulawesi Tengah, masuk di gudang masjid melalui lubang ventilasi.

Setelah berhasil masuk, pelaku A penyatron masjid di Kota Palu, membuka jendela. Sehingga, memudahkan pelaku lain untuk masuk ke dalam gudang masjid.

Baca juga: Buron Lapas Perempuan Palu Ditangkap di Parigi Moutong

“Satu set Air Conditioner (AC) dan satu unit amplifier berhasil diambil. Dan setelah dijual hasilnya dibagi rata dan ada juga yang digunakan untuk membeli narkotika,” jelasnya.

Empat pelaku penyatron masjid di Kota Palu terbilang nekat. Selain barang di Masjid, rumah pun turut disatroni.

Dari empat pelaku itu kata dia, dua diantaranya yang berhasil ditangkap diketahui berinisial W (21) dan A (16) warga Jalan Cumi-cumi Kelurahan Lere Palu Barat.

“Dua lainnya AM dan G masih dalam pencarian,” tuturnya.

Kasus ini terjadi pada awal Januari 2021 yang lalu. Dan berhasil diungkap Tim Scorpion Jatanras Polda Sulteng pada Februari 2021 yang lalu.

Ia menyebut, dua tersangka yang ditangkap dijerat dengan pasal 363 KUHP, ancaman lima tahun penjara.

Diketahui, pencurian dengan pemberatan diatur dalam Pasal 363 KUHP yang berbunyi, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pidana yang diatur diantaranya pencurian ternak, pencurian “pada waktu ada kebakaran, letusan, banjir gempa bumi, atau gempa laut, gunung meletus, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau bahaya perang.

Kemudian, pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak.

Berikutnya, pencurian yang dilakukan dua orang atau lebih dengan bersekutu.

Terakhir, pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

Pelaku penyatron masjid di Kota Palu, Sulawesi Tengah, diamankan menunggu proses hukum selanjutnya.

Baca juga: Dewan Pers Sebut RUU KUHP Disinyalir Tumpang Tindih Dengan UU Pers

Laporan: Rafiq

- Advertisement -spot_img

More articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article