Penyakit Hepatitis Misterius Dan Cara Mencegah Menurut Dokter

waktu baca 2 menit

Nasional, gemasulawesi – Penyakit hepatitis misterius merupakan penyakit menular yang sekarang melanda di Indonesia, menurut Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM Hanifa Oswari, penyakit ini menular melalui pencernaan dan saluran pernapasan, Hanifa juga menyarankan agar para orang tua lebih waspada dengan melakukan langkah awal mencegah hepatitis.  

Saat ini Kementerian Kesehatan juga (Kemenkes) sedang melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus yang lengkap dan juga penyelidikan epidemologi, guna agar mengetahui lebih lanjut penyebab penyakit tersebut.

Baca: IDAI: Ada Dugaan Tambahan Anak Menderita Hepatitis Akut Misterius

Hanifah Oswari juga mengatakan, bahwa dugaan awal penyebab penyakit ini adalah Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV, dan lain-lain.

Hanifah Oswari juga menyarankan agar orang tua lebih meningkatkan kewaspadaan, dengan melakukan sejumlah tindakan pencegahan.

Langkah awal dalam mencegah hepatitis dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang,” ucap Hanifah Oswari, Kamis 5 Mei 2022. 

Hanifa Oswari juga menyarankan agar tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain, serta menghindari kontak anak-anak dari orang sakit agar tetap sehat.

Selain itu, pencegahan penularan hepatitis misterius melalui saluran pernapasan dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti penggunaan masker, menjaga jarak, dan mengurangi pergerakan dari luar rumah.

Gejala Hepatitis Misterius

Hanifah Oswari juga menjelaskan secara umum gejala awal dari hepatitis misterius adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam rendah.

Gejala kemudian memburuk, seperti urin kental berwarna teh dan tinja berwarna gelap.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat jika menunjukkan gejala tersebut.

Hanifa Oswari juga menyarankan kepada orang tua, agar segera mengambil tindakan respon yang cepat dan segera bawa ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. 

“Saya menyarakan agar jangan menunggu sampai gejalanya semakin parah, karena jika sudah parah, kita akan kehilangan momentum untuk bisa membantu lebih cepat. Apalagi jika sudah terjadi penurunan kesadaran, peluang untuk menyelamatkannya sangat rendah,” Jelas Hanifa Oswari. (*)

Baca: Tim Percepatan Ibu Kota Negara (IKN), Resmi Di bentuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.