2Banner GIF 2021

Polisi Amankan Dua Warga Pengguna Narkoba di Olaya

Polisi Amankan Dua Warga Pelaku Narkoba di Olaya
Foto: Dua Pelaku Narkoba Desa Olaya, Parimo yang ditangkap Satnarkoba Parimo, Jumat 29 Januari 2021.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Sat narkoba Polres Parimo amankan dua warga pelaku Narkoba di Olaya, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Pelaku yang berhasil ditangkap yaitu bernama inisial MR (23th) warga Desa Olaya dan SF (27th) warga Kelurahan Bantaya,” ungkap Kapolres Parimo AKBP ANDI BATARA PURWACARAKA, di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, 29 Januari 2021.

Sat Narkoba Polres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Massiara menangkap dua warga pelaku Narkoba di Desa Olaya, Jumat 29 Januari 2021.

Salah satu pelaku Narkoba di Olaya, MR berhasil ditemukan barang bukti yaitu dua paket yang diduga berisi Narkoba jenis sabu-sabu dengan berat bruto sekitar 0,68 gram. Dua lembar pelastik klip bening, satu buah penutup tiang horden dan satu buah hp merek INFINIX.

Baca juga: 81 Orang Jadi Tersangka Kasus Narkoba Parigi Moutong 2020

Sedangkan satu pelaku Narkoba di Olaya lainnya YS ditemukan barang bukti berupa delapan buah paket yang berisi narkoba diduga jenis sabu-sabu dengan berat brutto sekitar satu gram.

Juga ditemukan, pelaku Narkoba di Olaya berinisial YS yaitu dua lembar plastik klip bening, satu buah korek api gas, satu buah potongan pipet, satu buah tas merek ENIN,warna hitam kuning dan satu buah handphone merek VIVO warna hitam.

Selanjutnya, pelaku Narkoba di Olaya dan barang bukti saat ini telah diamankan di Mako Polres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, guna proses hukum lebih lanjut berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pada Pasal 127 ayat 3 UU Narkotika menyebutkan, setiap orang penyalah guna narkotika Golongan I (ganja, sabu-sabu, kokain, opium, heroin, dan lainnya) bagi diri sendiri, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Baca juga: Polres Parimo Amankan 128 Paket Narkoba

Kemudian, pengguna narkotika Golongan II (morfin, pertidin dan lainnya) bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun.

Terakhir, pengguna narkotika Golongan III (kodein, dan lainnya) bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun.

“Kami tidak main main untuk terus gencar memberantas narkoba di wilayah hukum Polres Parimo. Kami akan terus melakukan penyelidikan dan penelusuran, hingga pada bandarnya bila terdapat cukup bukti. Tujuannya, agar bisa memberantas narkoba di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah hingga ke akar akarnya,” tutupnya.

Baca juga: Satuan Resnarkoba Sita Ratusan Gram Sabu Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post