Pengembangan Kakao dan Kopi Jadi Komoditas Unggulan di Sigi

waktu baca 2 menit
Petani mengumpulkan biji kakao (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Pengembangan kakao dan kopi jadi komoditas unggulan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah mengambil Langkah ini sebagai salah satu produk penunjang daya saing di Kabupaten tersebut.

Bupati Sigi Mohamad Irwan di Sigi, Selasa 26 Juli 2022 mengatakan kakao dan kopi telah menjadi produk perkebunan yang merupakan salah satu subsektor pertanian yang perlu terus dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Mohamad Irwan mengatakan, pengembangan difokuskan pada peningkatan produksi dan produktivitas berdasarkan pemetaan area perkebunan.

Pemkab Sigi telah memetakan potensi kawasan kakao yang meliputi Kecamatan Gumbasa, Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro dan Lindu, serta Palolo. Untuk kopi tersebar di Palolo, Pipikoro,Tompu , Kulawi, Lindu, Marawola, juga Marawola Barat. Sigi, Mohamad Irwan mengatakan, telah turut mendongkrak kontribusi Sulawesi Tengah terhadap produksi kakao nasional sebesar 127,3 ribu ton pada 2020, tertinggi se Sulawesi.

Baca: Disdik Kabupaten Sigi Gelar Kelas Jarak Jauh Daerah Terpencil

Untuk itu, kata dia, peningkatan produksi dan produktivitas dilakukan berbasis kawasan perkebunan melalui peremajaan tanaman dengan tahapan berupa bantuan bibit sayuran unggul, bantuan sarana produksi seperti pupuk, mesin/teknologi.

Terkait kopi, dia mengatakan pemerintah telah memberikan bantuan berupa 539.300 bibit kopi Arabika dan 139.000 pohon kopi Robusta dalam beberapa tahun terakhir. Selain bantuan benih, pemerintah juga memberikan bantuan berupa peralatan pengolahan kopi.

“Tahun ini Pemkab Sigi mendapat dukungan pupuk organik cair untuk kopi Robusta seluas 100 hektare, dan Pemkab Sigi direncanakan mendapat alokasi bantuan fasilitas pengolahan kopi dari Pemerintah Pusat pada 2023,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga memberikan akses pembiayaan bantuan pertanian kepada petani kopi dan kakao melalui skema KUR Nol Persen. Program pinjaman usaha rakyat (KUR) adalah nol persen, artinya pemerintah daerah membayar bunga pinjaman, sehingga masyarakat atau petani hanya membayar pokok pinjaman.

Ia mengungkapkan, fasilitas pembiayaan bagi petani harus dimanfaatkan secara optimal untuk mengatasi keterbatasan modal yang dimiliki petani. Sehingga dapat meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan bagi petani, meningkatkan kapasitas dan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Ia juga menambahkan, Kabupaten Sigi memiliki luas 519.602 hektare, yang terdiri dari 390.542,5 hektar kawasan hutan atau 75,17 persen, dan 129.059,5 hektar yang merupakan kawasan budidaya dan penggunaan lain 24,83 persen. Kabupaten Sigi meletakkan tumpuan perekonomian masyarakat di sektor pertanian, khususnya pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

PDRB sektor pertanian Kabupaten Sigi pada tahun 2021 sebesar 47,80 persen. Sektor pertanian juga membantu memberikan kesempatan kerja yang besar bagi masyarakat. (*/Ikh)

Baca: Pemkot Palu Dorong Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.