fbpx

Pengedar Narkoba Makassar Tewas Usai Ditangkap Polisi

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Konfrensi Pers Terkait Tewasnya Pengedar Narkoba di Makassar Usai Ditangkap Polisi. (Foto/Istimewa)

Hukum, gemasulawesi – Seorang pengedar Narkoba berinisial MAA (18) tewas, usai ditangkap oleh anggota Satresnarkoba Polrestabes Makassar.

Akibat kasus kematian pengedar Narkoba di Makassar MAA (18), tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Makassar menjalani pemeriksaan dari Propam Polda Sulsel. Meninggalnya MAA (18) dinilai janggal karena terdapat luka lebam saat penangkapan.

“Kami sudah koordinasi dengan Biddokes, dalam memeriksa tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Makassar. Dari tujuh anggota enam diantaranya adalah yang melakukan penangkapan terhadap MAA,” ungkap Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Agoeng Adi Kurniawan pada konfrensi Pers di Mapolrestabes Makassar, Senin 16 Mei 2022.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengamankan enam orang anggota Satresnarkoba Polrestbes Makassar terkait dengan kematian MAA (18). Satu Polwan kata dia, tidak terlibat sehingga hanya akan dijadikan saksi.

Lanjut dia, terkait dugaan penganiayaan, Propam Polda Sulsel masih menyelidiki kebenaran hal itu.

“Harus dibuktikan dulu dugaan itu, dengan hasil forensik kita akan tahu kebenarannya. Apakah ada penganiayaan atau tidak terkait memar itu?” tegasnya.

Jika terbukti ada pelanggaran disiplin dan kode etik kata dia, pihak akan memberikan sanksi tegas. Apalagi keluarga MAA kata dia, telah melaporkan secara resmi terkait persoalan tersebut.

Baca: Amis Ando Tewas Setelah Ditangkap Polisi di Sultra

Terkait hasil visum et repertum terhadap MAA, Dokter Forensik Polda Sulsel, dr Denny Mathius mengatakan, masih melakukan pemeriksaan sebatas luar jenazah.

“Pihak Biddokes Polda Sulsel menemukan beberapa luka yang diduga akibat trauma benda tumpul di badan korban. Itu akan masuk dalam laporan kami terhadap hasil visum,” terangnya.

Ia menjelaskan, sementara untuk membuktikan apakah lebam dan luka pada tubuh korban akibat penganiayaan petugas, harus melalui proses autopsi.

“Untuk membuktikan penyebab kematian kita harus melakukan autopsi. Tapi pihak keluarga ternyata tidak mau diautopsi,” tuturnya.

Sementara itu terkait kasus tewasnya MAA, Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto memastikan, akan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kalau terbukti akan kita proses hukum. Saya memastikan penegakan hukum tidak pandang bulu,” tegasnya. (*/Fan)

Baca: Pengedar Narkoba Dari Palu Ditangkap di Tolitoli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.