Pengawasan Tera, Disperindag Beri Peringatan Pertamina Pombalowo

waktu baca 3 menit
Ilustrasi Pengawasan Tera.

Berita parigi moutong, gemasulawesi- Terkait kegiatan pengawasan Tera Disperindag memberi peringatan kepada Pertamina Pombalowo Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Satu nozzle Pertamina Pombalowo Parigi Moutong Sulawesi Tengah diminta tidak difungsikan sementara,” ungkap Kepala Bidang Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Disperindag Parigi Moutong, I Gede W Sudarta, Selasa 5 Mei 2020.

Pasalnya, pada saat pengawasan Tera Disperindag Parigi Moutong Sulteng, satu nozzle milik Pertamina Pombalowo Parigi Moutong, melebihi standar normal.

Terpisah, Kasi Pengawasan Barang Strategis Disperindag Hadriani menjelaskan, sesuai dengan UU nomor 2 tahun 1981 tentang kemetrologian legal, setiap Ukur Timbang Takar (UUTP) itu dan perlengkapan lainnya mesti selalu dilakukan peneraan ulang.

Ketika pengawasan Disperindag Parigi Moutong Sulteng beberapa saat lalu, ada alat ukur yang melebihi batas toleransi atau Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD).

Toleransi penunjukannnya itu, sekitar 0,5 persen. Pihaknya melakukan pengujian itu dengan menggunakan bejana ukur dengan takaran 20 liter milik Disperindag Parigi Moutong.

Ternyata, batas penunjukannya adalah 100 ml. Sedangkan pada saat pengawasan penunjukkannya minus 210 ml, sehingga melebihi batas penunjukan.

Maka, dilakukanlah peringatan ke pengelolanya, nozzle yang melebihi batas toleransi untuk tidak digunakan hingga menunggu peneraan kembali.

Sedangkan berdasarkan surat himbauan, peneraan kembali akan dilakukan pada saat pandemi telah berakhir.

Diketahui, sesuai dengan UU nomor 2 tahun 1981 tentang kemetrologian legal, terbentuklah Penera di Kabupaten dan Kota. Sebelumnya, UU nomor 23, seluruh kebijakan tentang Kemetrologian diserahkan kepada Kabupaten atau Kota.

Untuk peneraan, Disperindag Parigi Moutong sudah punya SKKPTU (Surat Keterangan Kemampuan Pelayanan Tera Tera Ulang), sehingga sudah legal untuk melakukan pelayanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.