2Banner GIF 2021

Penganiayaan Oknum Petugas Diduga Picu Kericuhan Lapas Parigi

Penganiayaan Oknum Petugas Diduga Picu Kericuhan Lapas Parigi
Foto: Penganiayaan Oknum Petugas Diduga Picu Kericuhan Lapas Parigi.

Gemasulawesi- Tindakan penganiayaan oknum petugas Lapas diduga picu warga binaan membuat kericuhan di Lapas Klas III Parigi.

“Kami sering dipukul. Tiap hari kami dipukul hanya karena masalah-masalah sepele. Kami bukan binatang, kami manusia ingin dibina,” ungkap salah seorang Warga binaan (Wabin), Muhammad Rizal saat ditemui, Kamis 7 Oktober 2021.

Dia mengatakan, kejadian berawal saat warga binaan kerap mendapat penganiayaan dari oknum petugas Lapas Parigi.

Baca juga: Ricuh, Sejumlah Napi ‘Kuasai’ Lapas Parigi

Ia mengatakan, lima orang warga binaan ketahuan menggunakan Handphone jadi sasaran penganiyaan oknum petugas Lapas Parigi.

Namun menurut dia, tindakan itu dianggap bukan hal wajar dilakukan terhadap warga binaan.

Bukan hanya penganiayaan itu saja kata dia, namun juga kerap mengisi mulut mereka dengan sepatu yang digunakan petugas.

“Ada cara lain memberikan hukuman kepada kami. Bisa juga menyapu, pel lantai atau cara lainnya. Jangan masukan sepatu dimasukan di mulut kami,” ucapnya.

Dia mengaku, tindakan ini telah lama dipendam dan diluapkan dengan tindakan seperti ini agar mendapatkan keadilan.

Mereka menuntut agar lima oknum petugas itu dipindahkan ke Lapas lain dan tidak ada lagi tindakan penganiyaan serupa terjadi lagi.

Selain itu meminta agar dilaporkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Tidak ada provokator, tidak ada yang mengarahkan kami melakukan ini. Ini sudah lama kami tahan-tahan. Kalau kami mau lari dari Lapas ini, bisa saja gerbang utama ini kami bongkar,” ujarnya.  

Menanggapi hal itu, Kepala Lapas Kelas III Parigi Moutong, Muhammad Askari Utomo mengatakan, tuntukan mereka akan didengarkan dan dilaporkan ke pimpinan.

Selain itu, pihaknya akan melakukan klarifikasi kesegala arah, dan akan dilakukan pemeriksaan terhadap para petugas yang dimaksud.

Namun kata dia, pihaknya masih fokus dengan mengendalikan kondisi Lapas seperti semula.

“Jika nantinya ada pemeriksaan dari pimpinan, kami siap untuk diperiksa,” ujarnya.

Menurut dia, selama ini pihaknya tidak pernah menerima laporan tindakan penganiayaan dari petugasnya.

Persoalan itu, baru diketahui puncaknya pada pukul 16.00 WITA. Tetapi sebelumnya, pihaknya melakukan penertiban Handphone, namun belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Berdasarkan pantauan sebelumnya, sebagian besar ruangan kantor telah dikuasai ratusan Wabin.

Bahkan, mereka melakukan tindakan anarkis, dengan merusak sejumlah fasilitas dalam ruangan, dan mengancam membakar surat-surat penting di dalam ruangan tersebut.

Tindakan anarkis pun ditunjukan dengan aksi lempar batu dan beberapa botol kaca ke arah para petugas yang mencoba menenangkan Wabin disisi tengah gerbang utama menuju ruang tahanan. (***)

Baca juga: Lapas Klas III Parigi Akan Gelar Pelatihan Antisipasi Kebakaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post