Home PARIGI MOUTONG Ratusan Warga Suku Lauje Parimo Ikuti Pendidikan Kesetaraan

Ratusan Warga Suku Lauje Parimo Ikuti Pendidikan Kesetaraan

Ratusan Warga Lauje Parimo Ikuti Pendidikan Kesetaraan
Ratusan Warga Lauje Parimo Ikuti Pendidikan Kesetaraan (Foto:

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Ratusan warga Suku Lauje Kabupaten Parimo Provinsi Sulteng mengikuti pendidikan kesetaraan dan keaksaraan.

“Pendidikan keaksaraan dan kesetaraan terus dilakukan, sebagai program untuk menurunkan angka melek huruf di Kabupaten Parimo,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo Adrudin Nur, saat kegiatan pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Punsu Jaya, Kecamatan Palasa, Minggu 6 September 2020.

Ia mengatakan, sebanyak 345 warga Suku Lauje, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mengikuti pendidikan keaksaraan dan kesetaraan Paket A, B dan C.

Pihaknya kata dia, terus mensosialisasikan, agar seluruh warga Parimo bisa mengenal baca tulis dan menghitung (Calistung).

Seluruh peserta yang mengikuti pendidikan berasal dari dua Kecamatan yakni Palasa dan Tinombo.

Sementara itu, Ketua PKBM Punsu Jaya, Abdul Rifai Kaeta mengatakan, seluruh peserta pendidikan keaksaraan dan kesetaraan dibagi berdasarkan jenjang yang mereka ikuti.

“Untuk paket A sebanyak 95, paket B 145 orang dan paket C 104 orang. Berdasarkan rata-rata usia 15 sampai 60 tahun yang mengikuti ujian penyesuaian,” ucapnya.

Ia menjelaskan, proses pembelajaran berdasarkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, yakni menggunakan sistem daring.

Namun, menggunakan sistem daring dinilai tidak efektif, sebab seluruh peserta didik merupakan warga yang mendiami daerah pengunungan. Sehingga, hanya dapat menggunakan sistem luring.

“Daerah pengunungan agak susah menerapkan sistem daring, makanya kami bagi delapan rombel dan harus dilakukan secara tatap muka,” jelasnya.

Baca Juga: Diduga Solar Tersuplai ke Tambang Emas Ilegal Parimo

Seluruh peserta, kata dia, dibagi dalam delapan rombongan belajar (rombel) yang dipandu sebanyak 25 tutor.

Diketahui, pendidikan kesetaraan merupakan pendidikan nonformal yang mencakup program Paket A,B,C dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional peserta didik.

Pendidikan non formal sendiri menurut UU dan Peraturan Pemerintah RI tentang pendidikan menyatakan bahwa pendidikan non formal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.

Pendidikan non formal berfungsi mengembangkan peserta didik dengan penekanan, pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan sikap kepribadian yang profesional.

Sehingga, pendidikan kesetaraan merupakan salah satu satuan pendidikan pada jalur pendidikan non-formal yang meliputi kelompok belajar (kejar) baik Program Paket A, Program Paket B, maupun Program Paket C yang dapat diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat kegiatan belajar Masyarakat (PKBM) atau satuan sejenis lainnya.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Jadi Tersangka

Laporan: Muhammad Rafii

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.