Pendekar Super Sakti

0
45
Pendekar Super Sakti
ilustrasi



Pendekar super sakti lanjutan Seri Pendekar Pulau ES memiliki jalan cerita tersendiri yang menarik. Dimana karakter utama dalam cerita kali ini tertuju pada keturunan marga Suma. Diketahui pada awal cerita pendekar pulau es marga Suma memiliki kisah suram dan sangat terkenal dalam dunia hitam. Suma Han atau lebih dikenal sebagai pendekar super sakti memiliki kemampuan aneh yang lahir dari alam pikirannya.

Sinopsis:

Anak laki-laki berusia kurang lebih sepuluh tahun itu mengintai dari kaca jendela dengan muka marah, mata
merah dan gigi berkerot saking marah dan sedihnya menyaksikan keadaan di ruangan dalam rumah gedung
ayahnya. Ruangan itu luas dan terang-benderang, suara tetabuhan musik terdengar riuh di samping gelak
tawa tujuh orang pembesar Mancu yang sedang dijamu oleh ayahnya. Dari luar jendela ia tidak dapat
menangkap suara percakapan yang diselingi tawa itu karena amat bising bercampur suara musik, akan tetapi
anak ini menjadi marah dan sedih menyaksikan sikap ayahnya terhadap para tamu pembesar itu.
Ayahnya bicara sambil membungkuk-bungkuk, muka ayahnya yang biasanya bengis terhadap para pelayan

dan angkuh terhadap orang lain, kini menjadi manis berlebih-lebihan, tersenyum-senyum dan mengangguk-
angguk, bahkan dengan kedua tangan sendiri melayani seorang pembesar yang brewok tinggi besar,

menuangkan arak sambil membungkuk-bungkuk.
Ayahnya yang dipanggil ke kanan kiri oleh para pembesar menjadi gugup dan kakinya tersandung kaki meja.
Guci arak yang dipegangnya miring, isinya tertumpah dan sedikit arak menyiram celana dan sepatu seorang
pembesar lain yang bermuka kuning. Anak itu dari luar jendela melihat betapa pembesar ini memelototkan
mata, mulutnya membentak-bentak dan tangannya menuding-nuding ke arah sepatu dan celananya. Ayahnya
cepat berlutut dan menggunakan ujung bajunya menyusuti sepatu dan celana itu sambil mengangguk-angguk
dan bersoja seperti seekor ayam makan padi! Tak terasa lagi air mata mengalir ke luar dari sepasang mata
anak laki-laki itu, membasahi kedua pipinya dan ia mengepalkan kedua tangannya.

Sumber: Link

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here