2Banner GIF 2021

Pencarian Nelayan Hilang di Poso hingga ke Sausu Tambu

Pencarian Nelayan Hilang di Poso hingga ke Sausu Tambu
Foto: Pencarian Nelayan Hilang di Poso hingga ke Sausu Tambu.

Gemasulawesi Pencarian nelayan warga Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang dikabarkan hilang sejak empat hari lalu, terus dilakukan. Pencarian pun diperluas hingga perairan Sausu Tambu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong.

“Nelayan bernama Moge (42) ini dilaporkan hilang sejak Rabu, 6 Oktober 2021. Kemudian, upaya pencarian dilakukan kami, tetapi hingga saat ini belum membuahkan hasil,” ungkap Dantim Basarnas Palu, Mario di Sausu, Senin 11 Oktober 2021.

Dia mengatakan, alasan pihaknya memilih melakukan pencarian nelayan hilang asal Poso itu di wilayah desa Sausu Tambu.

Baca juga: Kampung Bahari Korosondaya Jadi Pusat Pengembangan Durian Montong

Pasalnya, dinilai lokasi hilangnya korban lebih dekat, jika dibandingkan pencarian dimulai dari Poso. Selain itu, untuk meminimalisir penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kami memilih pencarian dari Sausu Tambu, karena lokasinya dekat. Kemudian, disini juga ada kepala desa sebagai penanggungjawab areanya,” kata dia.

Menurut dia, hingga hari ini pencarian sudah berlangsung selama empat hari. Sebelumnya, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian sejak pertama korban dilaporkan hilang.

Batas waktu pencarian dilakukan selama tujuh hari. Namun, setelah tujuh hari ada tanda-tanda kemungkinan korban ditemukan, pihaknya akan kembali membuka operasi SAR.

“Sejauh ini belum ada tanda-tanda korban ditemukan,” ujarnya.

Pada hari ketiga dan kedua kata dia, pihaknya telah melakukan penyelaman di tempat-tempat yang diduga hilangnya korban, tetap saja tak membuahkan hasil.

Dia mengaku, dalam pencarian ini, pihaknya terkendala dengan arus bawah laut yang deras. 

Menurut informasi yang diterima pihaknya kata dia, korban turun melaut seorang diri.

Berdasarkan keterangan saksi mata tambahnya, penyebab korban jatuh ke laut akibat terlilit tali pancing.

“Ya mungkin saja korban hilang keseimbangan, karena kaki dan tanganya terlilit tali pancing.” ujarnya.

Sesuai identisis kata dia, korban merupakan warga Kabupaten Parigi Moutong, tepatnya di dusun Sigolang Desa Poli Kecamatan Tinombo Selatan.

“Korban ini istrinya di Tumora, makanya sudah berdomisili disana, tapi masih ber KTP Parigi Moutong,” tutupnya. (***)

Baca juga: Ini Program Danlanal di Kampung Bahari Nusantara Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post