Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Pencarian Masita Hamzah di Perairan Banggai Berlanjut

Hilang Usai Melompat dari KM Sabuk Nusantara

Must read

Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Tim SAR gabungan kembali lanjutkan pencarian Masita Hamzah, penumpang KM Sabuk Nusantara, di perairan Banggai, Sulawesi Tengah.

“Kami lanjutkan korban Masita Hamsah (41), yang diduga melompat ke laut saat dalam perjalanan kapal dari Pagimana menuju Gorontalo di perairan Teluk Tomini, Kecamatan Pagimana, Banggai,” ungkap Kepala Basarnas Palu Andrias Hendrik Johannes, di Kota Palu, Minggu 30 Mei 2021.

Ia mengatakan, pencarian Masita Hamzah dilakukan menggunakan KN SAR Bhisma. Adapun pencarian dilakukan dengan metode Paralel Mode, dengan beberapa titik koordinat.

Luas area pencarian pencarian Masita Hamzah yaitu 51,1 NM dan area penyapuan 101. Unsur SAR Gabungan terdiri dari Pos SAR Luwuk, Crew KN SAR Bisma, UPP Pagimana, TNI AL, UPP Luwuk, suami korban dan warga setempat.

Diketahui, korban Masita Hamsah, 27 Mei 2021 sekitar pukul 22.40 Wita, melompat dari KM Sabuk Nusantara 59. Ketika perjalanan dari Pelabuhan Pagimana menuju Gorontalo.

Baca juga: Dishub Usul Pengembangan Pelabuhan Parigi Moutong

“Dugaan sementara, ini kasus bunuh diri dengan cara melompat dari atas Kapal,” sebutnya.

KM Sabuk Nusantara saat berangkat dari Pelabuhan Pagimana, Banggai menuju Pelabuhan Gorontalo membawa penumpang 249 orang, termasuk Masita.

Saat itu, pelayaran KM Sabuk Nusantara 59 baru sampai pada Pulau Pasir di wilayah Kecamatan Pagimana, Banggai. Seorang penumpang bernama Donal Sallui melihat Masita Hamsah mondar-mandir di atas kapal.

“Tiba-tiba, korban langsung melompat ke laut,” tuturnya.

Donal langsung melaporkan kejadian ini kepada kapten KM Sabuk Nusantara 59, Awad Djeded. Kapal perintis ini lalu berbalik arah sebanyak tiga kali untuk mencari korban, tetapi tidak ditemukan.

Selanjutnya, Tim SAR Luwuk, anggota Polsek Pagimana, serta TNI melakukan pencarian Masita Hamzah.

Dari Pelabuhan Pagimana, mereka menyisir perairan di wilayah itu. Pencarian Masita Hamzah dihentikan sementara karena korban belum ditemukan.

“Keterangan dari keluarga korban, ia sudah lama sering mengeluh sakit dan korban akan melakukan pengobatan di Gorontalo,” terangnya.

Korban kata dia, sempat mengatakan kepada orang tua korban untuk segera beristirahat karena perjalanan menuju Gorontalo masih jauh.

Sementara saat itu, berdasarkan keterangan dari kapten kapal, kejadian itu kapal sudah berada jauh 8 mil dari pelabuhan Pagimana.

Pihak KM sabuk Nusantara 59 telah melaporkan kejadian itu kepada pihak Pelabuhan Pagimana dan sampai dengan saat ini sedang dilakukan percairan terhadap korban.

Laporan: Rafiq

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article