Polisi Banggai Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Polisi Banggai Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur
Foto: Polisi Banggai Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Banggai, Rabu 3 Februari 2021.
Jangan Lupa Share

Berita banggai, gemasulawesi– Polisi tangkap pelaku pencabulan anak dibawah umur di Banggai, Sulawesi Tengah.

“Peristiwa pencabulan kepada anak berusia 16 tahun, terjadi Oktober 2020,” ungkap Kapolsek Batui Iptu IK. Yoga Widata SH, di Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu 3 Februari 2021.

Ia mengatakan, pelaku telah mencabuli korban dengan cara mencium, meremas buah dada serta menyetubuhi korban.

Remaja pelaku pencabulan anak dibawah umur berinisial HJ (18) beralamat di Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Kasus Harian Covid Parimo Cetak Rekor, 38 Orang Terkonfirmasi

“Pelaku melakukan aksi tidak terpuji ini sebanyak satu kali,” tuturnya.

Ia melakukan aksi pencabulan anak di teras depan ruang kelas salah satu sekolah di Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui, Sulawesi Tengah.

Mengetahui menjadi korban pencabulan anak, ayah korban kemudian melaporkan kepada piket SPKT Polsek Batui

Sesuai dengan laporan polisi nomor: LP/07/II/2021/ResBanggai/ Sek Batui, 3 Februari 2021, Iptu IK. Yoga Widata kemudian memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku.

Baca juga: Kasus Covid Parimo Ikut Sumbang Lonjakan Kasus Sulteng

“Pelaku ditangkap di rumah orang tuanya tanpa perlawanan, sekitar pukul 15.30 Wita,” tuturnya.

Diketahui, hukuman atas perbuatan perbuatan cabul dalam Pasal 76E UU 35/2014, diatur dalam Pasal 82 Perpu 1/2016 sebagai berikut, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Kemudian, jika tindak pidana dilakukan orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan lebih dari satu orang secara bersama-sama, pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana awal.

Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E menimbulkan korban lebih dari satu orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan atau korban meninggal dunia, pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana awal.

Selain dikenai ancaman pidana lima tahun dan sejumlah denda, pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku.

Saat ini, pelaku pencabulan anak dibawah umur di Banggai, Sulawesi Tengah sudah diamankan guna proses hukum lebih lanjut.

Baca juga: Angka Harapan Lama Sekolah Parimo 2019 Alami Sedikit Kemajuan

Laporan: Rahmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post