Pemukiman di Kawasan Rawan Bencana Harus Tingkatkan Kewaspadaan

waktu baca 2 menit
Foto Biro Humas Dan Protokol Provinsi Sulteng.

Berita Sulawesi tengah, gemasulawesi- Pemukiman Masyarakat dalam Kawasan rawan bencana diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

Hal tersebut diungkapkan, Asisten Administrasi perekonomian dan pembangunan, Dr Ir B Elim Somba M Sc pada workshop review dan evaluasi peluncuran program pengurangan bencana di salah satu hotel kota palu, belum lama ini.

Baca juga: BMKG Perkirakan Hujan Lebat Landa Sulawesi Tengah Selama Sepekan

“Semoga masyarakat berdomisili di pemukiman yang rawan bencana akan memiliki bekal untuk siap siaga dalam merespon setiap kemungkinan bencana secara cerdas, cepat dan tepat,” jelasnya.

Kegiatan yang diprakarsai oleh lembaga donor Islamic Relief Worldwide mendapatkan apresiasi dari gubernur Sulteng.

Baca juga: Zona Rawan Corona Kota Palu Jadi Target Penyemprotan Disinfektan

Ir B Elim mengatakan, bantuan Islamic Relief dan para mitra atas upaya-upaya kemitigasian, penanganan bencana dan percepatan rehab-rekon pasca bencana 28 September 2018 sangat bermanfaat.

“Gubernur berharap kiranya inisiator dapat menyelipkan pengetahuan literasi media kepada masyarakat agar dapat menangkal hoax dalam pemberitaan bencana,” terangnya.

Baca juga: Kawal Pilkada di Titik Rawan, Polres Parimo Koordinasi Satgas Tinombala

Ia mengatakan, terkadang tanpa proses cek dan ricek, masyarakat dengan mudahnya langsung percaya dan mengikuti apapun berita dan informasi bencana yang dishare di media sosial.

Mestinya kata dia, setiap informasi atau berita bencana harus ditelusuri dulu validitasnya supaya terjadi benang merah dengan kesiapsiagaan, bukan malah membuat resah dan akhirnya masyaarakat salah mengambil tindakan.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, BPBD Minta Warga Sigi Sulteng Siaga Bencana

“Karena bila merespon secara panik maka apapun strategi mitigasi yang sudah dipersiapkan dengan baik niscaya akan buyar seketika,” tandasnya.

Sebelumnya, perwakilan Islamic Relief menuturkan program yang diluncurkan adalah replikasi dari program serupa yang telah dilaksanakan di Kabupaten Sigi, tepatnya di tiga desa terdampak yaitu Lolu, Mpanau dan Jono Oge.

Baca juga: Pilkada Serentak Sulteng 2020, Ribuan TPS Masuk Kategori Rawan

Program tersebut berfokus pada 3 sasaran utama yaitu kepada masyarakat, pemda dan rumah ibadah.

Pihak Islamic relief optimis hasil akhir program di Kota Palu dapat mewujudkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

Dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, kesiapsiagaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berkelanjutan dengan pendekatan rumah ibadah dan tokoh agama. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.