fbpx

Pemuda Indonesia dan Masa Depan

waktu baca 3 menit
Foto: Dimas Muh Fahry, HMI Poso.

Opini, gemasulawesi – Sejak perintisan pergerakan dan perjuangan kebangsaan, Pemuda berperan aktif sebagai ujung tombak dalam menghantarkan bangsa dan negara Indonesia merdeka, bersatu dan berdaulat.

Jika dahulu peran pemuda banyak soal perjuangan fisik melawan penjajah dan rezim otoriter pemerintah. Saat ini tentu perjuangan memiliki format berbeda. Namun dengan catatan tidak menghilangkan tekad kesatuan dan persatuan yang pernah ditanamkan dalam jiwa pemuda Indonesia.

Kini partisipasi Pemuda Indonesia dalam pembangunan bangsa dan negara masih sangat diharapkan. Pemuda masih sangat mempunyai peran strategis dalam partisipasi pembangunan.

Baca juga: Angka Partisipasi Pemilih Parimo Meningkat Empat Persen

Partisipasi pembangunan ini tentunya di berbagai aspek dan lini kehidupan masyarakat. Sehingga, untuk berpartisipasi dalam pembangunan pemuda harus berakhlak mulia, cerdas, mandiri, tangguh dan memiliki jiwa idealisme. Karena menurut Tan Malaka, idealisme adalah harta termewah dimiliki pemuda.

Partisipasi pemuda dalam pembangunan dapat diwujudkan dengan jiwa dan karakter produktif, inovatif, mandiri, reformis, dinamis, kritis, progresif, futuristik berdaya saing, demokratis dan bertanggung jawab dan serta sifat-sifat kepoloporan lainnya.

Segala karakter pembangunan ini menunjukkan peran pemuda bukan berdasarkan jumlah populasi (demografis) yang mayoritas.

Pemuda menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) bukan karena fisiknya, akan tetapi kualitas-kualitas yang ia miliki, pengetahuan-pengetahuan atau wawasan yang membuat bangsa dan negara kita ini dapat lebih maju di masa depan.

Nurcholish Madjid atau yang lebih akrab disapa dengan Cak Nur, berpendapat dalam sebuah partisipasi ada dorongan emosional atau motivasi inheren pada pihak pelaku partisipasi itu sendiri yaitu rakyat, atau lebih khususnya dalam hal ini adalah pemuda.

Karena itu partisipasi pemuda dilakukan dengan kesungguhan hati dan antusiasme, menjadi sumber tenaga, dan pada gilirannya nanti hal-hal itu amat erat hubungannya dengan produktivitas. (Nurcholish Madjid, 2019: 1257-1258).

Partisipasi pemuda dalam pembangunan bangsa dan negara tidak bisa lepas dari pengaruh perkembangan zaman.

Sehingga, pemuda harus memahami perubahan sosial agar dapat merumuskan sebuah pola gerakan lebih zamani. Dan tidak bernostalgia dengan partisipasi pemuda pada dahulu kala.

Partisipasi pemuda tidak hanya dalam soal politik. Partisipasi pemuda bukan hanya dalam pembangunan politik, walaupun itu sangat penting.

Saat ini pemuda dipaksa agar lebih kreatif, inovatif dan pastinya lebih produktif. Juga perlu membentengi diri agar kepribadian dan kultur budaya Indonesia tidak hilang.

Dalam Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan, pada Pasal 16 menegaskan, pemuda berperan aktif sebagai banteng kekuatan moral (moral force), kontrol sosial (social control), sebagai agen perubahan (agent of change) dalam segala aspek pembangunan nasional.

Baca:Pemda Parimo Kerja Sama BPJS Ketanagakerjaan

Selanjutnya, dalam Pasal 17 menjelaskan wujud peran aktif pemuda sebagai moral force yaitu menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental spiritual dan meningkatkan kesadaran hukum.

Peran aktif pemuda sebagai sosial control diwujudkan dengan: memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik dan memberikan kemudahan akses informasi.

Terakhir, peran aktif pemuda sebagai agent of change diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumber daya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, dan kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

Selain memiliki partisipasi berperan aktif pada tiga aspek di atas, pemuda juga memiliki tanggungjawab dalam pembangunan bangsa sebagaimana diamanahkan peraturan perundang-undangan.

Diantaranya menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, menjaga tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, melaksanakan konstitusi, demokrasi, dan tegaknya hukum, meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan ketahanan budaya nasional, serta meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi bangsa. (**)

Baca juga: Pemerintah Minta Masyarakat Awasi Penyaluran Bansos Masa PPKM Darurat

Oleh: Dimas Muh Fahry, HMI Poso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.