2Banner GIF 2021

Pemprov Sulteng Tambah Rumah Sakit Darurat Covid-19

Pemprov Sulteng Tambah Rumah Sakit Darurat Covid-19
(Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Husaema, GemasulawesiFoto/Rahmi)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi- Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) tambah rumah sakit darurat covid-19.

Kebijakan itu diambil seiring terjadinya lonjakan warga terkonfirmasi covid-19. Akibatnya, rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Palu menjadi over capacity.

“Penuhnya rumah sakit rujukan yang ada di Kota Palu sudah mulai terlihat penuh sejak beberapa hari yang lalu,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Husaema, Selasa 29 September 2020.

Ia mengatakan, Rumah Sakit Madani kelebihan kapasitas menjadi 26 pasien. Kemudian, Rumah Sakit Anutapura menjadi 24 pasien.

Sedangkan Rumah Sakit Undata sendiri tidak bisa diganggu. Pasalnya, Undata menjadi rumah sakit rujukan untuk pasien yang berasal dari luar Kota Palu

Saat ini, rumah sakit swasta yang ada di Kota Palu mulai melakukan pembenahan- pembenahan untuk merawat pasien covid-19 nantinya.

“Kemarin kami sudah melakukan rapat kordinasi dengan Gubernur, Danrem dan Kapolda termasuk Walikota Palu,” urainya.

Pemprov kata dia, sudah menyiapkan gedung LPMP berkapasitas 32 pasien. Langkah selanjutnya adalah melibatkan rumah sakit swasta yaitu Rumah Sakit Budi Agung, Rumah Sakit BK, Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Samaritan dan Rumah Sakit Rumkit

Baca juga: Investasi Listrik di Desa Terpencil Padingkian Sulteng

Ia melanjutkan, setiap rumah sakit swasta itu terdiri dari empat kamar tidur. Dan  gedung tambahan lainnya yaitu asrama BKPSDM sebagai cadangan yang terdiri dari 120 tempat tidur.

Sementara asrama haji, akan ditingkaatkan dari perawatan yang terkonfirmasi rapid menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Dari penambahan itu, kemungkinan dapat menampung 300 kasus nantinya jika ada peningkatan,” ujarnya singkat.

Selain penambahan tempat tidur dan rumah sakit rujukan covid-19 Sulteng akan ada penambahan alat-alat penunjang medis nantinya.

Penambahan tempat tidur dan rumah sakit darurat kata dia, pastinya akan berbanding lurus.

“Dimana setiap penambahan tempat tentunya akan ditambah Alat Pelindung Diri (APD). Termasuk dana-dana operasional, seperti dana untuk TNI, Polri, Satpol PP, tenaga medis yang ditugaskan untuk menjaga di posko-posko,” terangnya.

Tenaga medis yang nantinya akan bekerja di rumah sakit tambahan itu akan digilir masing-masing posko untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien covid-19 nantinya.

Baca juga: Peringati Bencana Palu, Komunitas Mangrovers Tanam Mangrove

Laporan: Siti Rahmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post