Pemprov Sulawesi Tengah Tingkatkan Komoditas Ekspor Unggulan

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah, dengan tingkatkan produksi bawang sebagai salah satu ekspor komoditas unggulan di Provinsi tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulawesi Tengah Nelson Metubun di Palu, pada Senin 27 Juni 2022.

“Dalam beberapa tahun terakhir bawang merah merambah pasar ekspor. Pada 2022, kami mendorong petani untuk meningkatkan tingkat produksi,” ucap Nelson Metubun, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulawesi Tengah, di Palu, Senin 27 Juni 2022.

Dia mengatakan, negara tujuan ekspor bawang merah umbi kering panen (UKP) dari Sulawesi Tengah adalah Jepang, dengan total pengiriman melebihi 9 ton pada tahun 2021, menurut data dari Balai Karantina Pertanian Palu II.

Baca: Berlibur di Pantai Gong Sulawesi Tenggara, Tiga Bocah Terseret Ombak

Dijelaskannya, Pemprov Sulawesi Tengah mendorong tingkatkan produksi komoditas ekspor unggulan dengan mengintervensi bantuan sarana dan prasarana penunjang, termasuk Pabrik Pertanian dan Produksi Benih (Saprodi).

“Selain ekspor, bawang merah Sulawesi Tengah juga masuk ke pasar dalam negeri, dengan daerah tujuan yaitu Kabupaten Kepulauan Yapen di Provinsi Papua masih terus diekspor, termasuk produk tomat yang masuk ke daerah tersebut,” ucap Nelson.

Dikatakannya, Sulawesi Tengah memiliki tujuh sentra tanaman hortikultura bawang merah antara lain Parigi Moutong, Poso, Banggai, Sigi, Morowali, Donggala, dan Kota Palu.

Khusus untuk Kabupaten Parigi Moutong memiliki dua varietas lokal yang diakui Kementerian Pertanian, yaitu bawang merah Palasa dan bawang merah Tinombo yang banyak digunakan sebagai bahan baku bawang goreng.

Produk lokal ini diakui sebagai produk unggulan sesuai Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 480/Kt/LB.240/8/2004 Melepaskan Varietas Palasa sebagai produk unggulan nasional.

“Kami juga mendorong petani memperbanyak kelompok penangkar benih, supaya akses memperoleh benih lebih mudah tanpa harus mendatangkan dari luar daerah,” ucap Nelson.

Sebagai strategi operasional peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura, kata dia, perluasan dan optimalisasi area tanam.

Kemudian, penggunaan benih unggul bersertifikat, antara lain penggunaan pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk organik, penyediaan sistem irigasi dan, perbaikan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan perbaikan budidaya.

“Strategi lainnya meliputi dampak perubahan iklim, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan pemantauan pasca panen sebagai upaya untuk memastikan produksi, termasuk pembangunan kelembagaan, optimalisasi penyuluhan dan penggunaan pinjaman kredit usaha rakyat (KUR),” Pungkas Nelson. (*Ikh)

Baca: Usai Bunuh Bayinya, Seorang Ibu di Jawa Timur Malah Pergi Gathering

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.