fbpx

Pemprov Sulawesi Tengah Himbau Warga Tenang Hadapi Wabah PMK

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi Gambar)

Kesehatan, gemasulawesi – Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng) menghimbau warga agar tetap tenang dengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit ternak seperti sapi dan juga kambing.

Hal tersebut diungkapkan oleh drh. Erwin Hurudji Kepala UPT Veteriner Dinas Perkebunan Dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah di Palu Kamis 19 Mei 2022.

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan dan melihat ada sapi di Sulteng yang menunjukkan gejala penyakit mulut dan kuku, sehingga masyarakat tidak panik tapi tetap waspada,” ucapnya.

Ia menjelaskan, masyarakat harus melakukan tindakan preventif dengan memastikan daging sembelihan yang dibeli bebas dari paparan virus dan bakteri sebelum dikonsumsi dan selalu memeriksakan kesehatan ternak.

Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng) juga menghimbau agar warga semprotkan disinfektan di kandang hewan untuk membunuh bakteri dan virus di dalam kandang agar tidak memapar hewan ternak. Ini adalah tindakan pencegahan yang efektif untuk dilakukan lakukan karena kita tidak dapat melihat virus dan bakteri.

Ia juga menjelaskan bahwa daging sapi yang dibeli tidak boleh dicuci. Sebelum dikonsumsi, daging dimasak terlebih dahulu pada suhu minimal 70 derajat Celcius untuk membunuh virus dan bakteri yang terdapat pada daging.

Erwin mengatakan, masyarakat secara mandiri dapat memeriksa ternak yang berpotensi terinfeksi penyakit mulut dan kuku melalui serangkaian pengamatan secara kasat mata, termasuk melihat mulut dan kaki ternak.

Sapi yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) biasanya mengeluarkan busa di mulutnya. Lepuh juga terbentuk di gusi atas dan bawah hingga menyebabkan pendarahan.

“Selangkangan, kaki dan kuku kaki ternak yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) biasanya juga melepuh dan menimbulkan luka. Biasanya karena luka dan lecet, sapi berjalan dengan pincang. “Ternak yang terjangkit PMK adalah ternak yang jumlah kukunya genap, seperti sapi, kambing, dan beberapa jenis unggas,” ucap Erwin.

Baca: Vaksinasi Covid-19 Dosis lengkap Jadi Syarat Utama Calon Jamaah Haji

Jika dari pengamatan pertama, sapi menunjukkan gejala penyakit mulut dan kuku, ia meminta kepada peternak untuk melakukan tindakan pencegahan, seperti pemisahan sapi yang menunjukkan gejala penyakit mulut dan kuku dari hewan yang sehat.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat khususnya peternak agar segera menginformasikan kepada petugas kesehatan hewan setempat apabila menemukan hewan yang memiliki gejala mirip PMK agar dapat segera diobati dan dicegah. (*)

Baca: 10 Spot Wisata Bengkulu Paling Ngetren Saat Ini

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.