fbpx

Pemprov Sulawesi Tengah, Dorong Petani Manfaatkan Pupuk Organik

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah Dorong petani agar bisa memproduksi dan memanfaatkan penggunaan pupuk organik secara mandiri guna sebagai sarana alternatif terkait pergolakan harga sejumlah pupuk dan pestisida.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulawesi Tengah Nelson Metubun di Palu, Senin 06 Juni 2022.

“Saat ini terjadi fluktuasi harga di sejumlah sarana produksi pertanian, seperti pupuk dan pestisida,” ucap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulawesi Tengah, Nelson Metubun, Senin 06 Juni 2022.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi fluktuasi harga pupuk akibat kondisi global, petani harus mampu menciptakan inovasi dorong penggunaan penggunaan pupuk dengan pemanfaatan bahan organik atau hayati sebagai alternatif pupuk dan pestisida yang dapat diproduksi sendiri.

Baca: Pria Asal Sinjai, Ditangkap Polisi Usai Menganiaya Istrinya Dengan Badik

Ia menjelaskan, tingkat swadayaan diperlukan untuk menciptakan inovasi, bahan organik di sekitar petani banyak, namun pengetahuan pengolahannya masih minim, Kami berharap pemerintah dan petani bisa bersinergi untuk membuat kompos yang bisa dimanfaatkan, untuk beberapa tanaman.

Data Badan Pusat Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah mengungkapkan, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2022 untuk petani di provinsi itu jenis Urea 35.456 kilogram, SP36 1.720 kilogram, dan ZA 2.138 kilogram.

Kemudian 28.554 kilogram NPK, 1.887 kilogram NPK formula khusus dan 5.507 kilogram pupuk organik granul dan 19.909 liter pupuk organik cair.

“Meskipun pemerintah memberikan pupuk bersubsidi, petani juga harus memproduksi pupuk organik lain, selain bisa digunakan sendiri, juga bisa dijual untuk mendongkrak perekonomian petani,” ucap Nelson.

Ditambahkannya, Sulawesi Tengah kini telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan strategis nasional yang juga mencakup sektor pertanian.

Bahwa provinsi ini juga sedang mengupayakan menjadi Kawasan Penyediaan Pangan di Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan Timur.

“Sulawesi Tengah memiliki luas area persawahan sekitar 140.100 hektar, yang mereka upayakan merata untuk mengadopsi IP400 dalam upaya pemerintah meningkatkan produksi subsektor tanaman pangan,” ucapnya. (*)

Baca: Mekanik Asal Konawe Utara Tewas Saat Hendak Las Tangki Mobil

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.