Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pemkot Palu Rencana Kembangkan Komoditas Hortikultura

Pemkot Palu Rencana Kembangkan Komoditas Hortikulutura
Foto: Kunjungan staf Kementan ke Kota Palu.

Gemasulawesi– Pemkot Palu, Sulawesi Tengah, rencana kembangkan komoditas hortikultura. Sebagai respon saran pengembangan kawasan potensial pertanian.

“Apa yang telah disarankan Kementan, segera direspon cepat dengan membuat sejumlah usulan program,” ungkap Walikota Palu, Hadianto Rasyid, di Kota Palu, Jumat 6 Agustus 2021.

Ia mengatakan, Pemkot Palu rencana kembangkan komoditas hortikultura. Mengingat sejumlah wilayah tidak lagi memungkinkan digunakan untuk persawahan.

Baca juga: Kementrian Dorong Parigi Moutong Kembangkan Sentra Perikanan Baru

Pilihan kembangkan komoditas hortikultura karena ketersediaan air sangat minim, ditambah irigasi rusak akibat dampak gempa dan likuefaksi.

“Nantinya dalam penetapan kawasan hortikultura tentu memperhatikan aspek sumber daya itu. Lalu potensi unggulan ingin dikembangkan termasuk potensi pasar, dukungan masyarakat serta kekhususan wilayah,” sebutnya.

Kementerian Pertanian menyarankan Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk mengembangkan komoditas-komoditas potensial pertanian.

“Kami punya perhatian khusus terhadap lahan garapan di wilayah Kota Palu dan meminta kepada Wali Kota Palu untuk membuat usulan yang menjadi kebutuhan prioritas untuk pengembangan komoditas pertanian di wilayah itu,” kata Staf Khusus Kementan Erik Tamalagi saat berkunjung di ruang kerja Walikota Palu.

Banyak komoditas potensial dapat dikembangkan di lahan milik petani, selain komoditas padi.

Meskipun terdapat banyak lahan tidur, bukan berarti tidak dapat diolah untuk pengembangan sektor pertanian.

Baca juga: Komoditas Pertanian Sulawesi Tengah Tembus Pasar Global

Dukungan pembangunan sektor pertanian untuk ketahanan ekonomi  

Meskipun arah pembangunan Palu lebih cenderung ke sektor jasa, namun sektor-sektor lain juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelangsungan ketahanan ekonomi, salah satunya sektor pertanian.

“Palu masih memiliki lahan pertanian, meskipun skalanya tidak lagi besar. lahan-lahan ini perlu dimodifikasi untuk ditanami sejumlah komoditas unggulan sesuai karakteristik daerah, dengan begitu dapat memberikan nilai tambah bagi petani terlebih daerah itu sendiri,” ujar Erik.

Secara garis besar, pendekatan kawasan dirancang untuk meningkatkan efektivitas kegiatan, efisiensi biaya. Dan mendorong keberlanjutan rencana kembangkan komoditas hortikultura.

Dengan begitu diharapkan, dapat terwujud pelayanan pembangunan yang lebih bersifat partisipatif dan efisien dengan fokus pada upaya pengembangan komoditas.

“Pembangunan kawasan mutlak diperlukan suatu perencanaan yang disusun dengan melibatkan masyarakat setempat dan seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya. (**)

Baca juga: Metode Hazton Disosialisasikan Pemda Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post