fbpx

Pemkot Palu Bahas Proses Pemulihan Pasca Bencana di Forum GPDRR

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Pemerintah Kota Palu (Pemkot) Palu, menjadi salah satu pemateri di forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali, membahas materi proses pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa, tsunami dan likuifaksi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Petalolo saat menjadi salah satu pemateri di forum GPDRR di Bali.

“Kami mewakili Wali Kota Palu, untuk berbagi pengalaman dengan para delegasi yang telah hadir dalam menghadapi situasi darurat untuk proses pemulihan pasca bencana yang masih berlangsung,” ucap Irmayanti Petalolo, Sekretaris Daerah kota Palu Kamis 26 Mei 2022.

Irmayanti Petalolo, Sekretaris Daerah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah menjelaskan, bencana alam 28 September 2018 merupakan peristiwa dahsyat dan juga tidak bisa dilupakan itu masih sering jadi perbincangan di kalangan masyarakat.

Baca: Temuan Kokain 179 Kilogram Tanpa Tersangka Akan Dimusnahkan

Khusus untuk Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, ada tiga bencana alam melanda secara bersamaan yaitu gempa bumi, tsunami dan likuifaksi secara bersamaan. Dampak likuifaksi menghancurkan dua Kelurahan di ibu kota Sulawesi Tengah, yakni Desa Petobo dan Balaroa.

Ia juga menjelaskan, pasca kejadian alam yang merenggut ribuan nyawa, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu telah bekerja sama dengan masyarakat, relawan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), termasuk menciptakan ruang bagi lembaga kemanusiaan, dalam dan luar negeri, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena dampak.

“Kami juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pemulihan Kota Palu dalam situasi darurat dan sejauh ini masih ada LSM yang masih memberikan bantuan kepada para korban yang terdampak bencana,” kata Irmayanti Petalolo.

Irmayanti Petalolo menjelaskan, dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, tidak hanya pemulihan infrastruktur, tetapi juga pemulihan psikososial, program kesehatan, mitigasi dan juga dukungan modal perusahaan.

Dari aspek gender, Pemerintah Kota Palu terus bermitra dengan LSM lokal dan organisasi masyarakat untuk menjawab kebutuhan pendidikan perempuan dan anak yang terkena dampak dari bencana juga membangun ketahanan ekonomi dengan tujuan untuk pulih dari keterpurukan.

“Perempuan dan anak-anak merupakan salah satu kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian pemerintah, termasuk para lansia,” jelasnya.

Ia juga menekankan, perhatian pemerintah dan organisasi perempuan lainnya dalam mengayomi melalui pemberdayaan dengan harapan ke depan mereka lebih mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

Irmayanti Petalolo menjelaskan, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi saat ini tidak lepas dari peran Pemerintah Pusat. (*)

Baca: Diduga Karena kelelahan Aktor Gary Iskak Dilarikan Ke Rumah Sakit

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.