Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pemkot Minta Penyintas Bersabar Terkait Huntap Bencana Kota Palu

Pemkot Minta Penyintas Bersabar Terkait Huntap Bencana Kota Palu
Foto: Huntap Kota Palu.

Gemasulawesi– Warga penyintas diminta untuk tetap bersabar atas upaya tengah dilakukan Pemkot untuk mendapatkan Huntap bencana Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Pada intinya Pemkot Palu tetap mengupayakan agar penyintas kehilangan tempat tinggal mendapat hunian. Pemerintah tidak mungkin lepas tangan. Sehingga, dibutuhkan kesabaran kita semua, karena kegiatan konstruksi sedang berproses,” ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palu Zulkifli, di Kota Palu, Minggu 15 Agustus 2021.

Pada penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa, Pemkot terus melakukan upaya percepatan Huntap bencana Kota Palu. Berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), termasuk pihak swasta.

Baca juga: Ratusan Warga Donggala Unjuk Rasa Tuntut Huntap

Dia memaparkan, pada kawasan relokasi penyintas Huntap bencana Kota Palu di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore telah terbangun ribuan hunian Yayasan Buddha Tzu Chi sekitar 1500 unit.

Selain itu, ada juga bantuan dari Pemerintah Filipina, masyarakat Brunei Darussalam dan Pemerintah Australia melalui organisasi The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management’ (AHA Centre) lengkap dengan fasilitas sarana dan prasarana pendukung.

Baca juga: Penyintas Bencana di Kota Palu Keluhkan Minimnya Air Bersih

KementerianPUPR bangun sekitar 630 unit Huntap

KementerianPUPR kata dia, saat ini telah membangun sekitar 630 unit Huntap bencana Kota Palu di kawasan relokasi Kelurahan Duyu.

“Bantuan Pemerintah Australia diberi nama kampung ASEAN, nantinya dihuni warga penyintas kehilangan tempat tinggal,” tuturnya.

Dia mengatakan, Kementerian PUPR juga sedang melakukan proses pembangunan Huntap di lokasi relokasi Kelurahan Tondo dan Talise, termasuk upaya Pemkot Palu mengakomodasi pembangunan huntap berbasis kawasan bagi penyintas gempa dan likuefaksi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan.

Sebab, hingga kini belum ada Huntap berbasis kawasan dibangun pemerintah di kelurahan itu, karena terkendala lahan.

“Pak wali kota sudah bernegosiasi dengan masyarakat pemegang sertifikat hak milik (SHM), hasilnya positif dan Pemerintah Sulawesi Tengah juga sangat mendukung, diharapkan secepatnya bisa terbangun huntap di sana,” ucap Zulkifli.

Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya mengawal kegiatan pembangunan hunian korban bencana yang prosesnya memakan waktu dan penyelesaian pekerjaan bertahap. (***)

Baca juga: Walikota: Penyintas Bencana Mulai Huni Huntap Kota Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post