Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pemkot Makassar Rencana Sweeping Rapid Antigen

Pemkot Makassar Rencana Sweeping Rapid Antigen
Foto: Illustrasi sweeping rapid antigen.

Gemasulawesi– Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan berencana melakukan sweeping rapid antigen ke warga, untuk menekan tingginya angka penyebaran Covid19. Dengan kasus harian hingga menembus 600 per hari. Bahkan, mengakibatkan kebutuhan tempat tidur meningkat jelang PPKM level 4. 

“Tingginya angka kasus harian Covid19 ini dipicu klaster rumah tangga. Kasus harian positif Covid19 mencapai 600 kasus. Makanya tim detektor harus turun bersama TNI Polri,” ungkap Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Minggu 1 Agustus 2021.

Tim dalam penanggulangan Covid19 di Makassar yang telah dibentuk sebelumnya, akan langsung turun ke lapangan sweeping rapid antigen. Dengan memeriksa sejumlah orang dijumpai.

Baca juga: Senin, PPKM Level Empat Mulai Berlaku di Kota Palu dan Morowali

“Kalau dua pasal itu diberikan ke pemerintah kota, seperti pada PPKM level 4 kemarin, maka saya akan merelaksasi tapi kalau jika dilihat ekskalasi naik, maka ada beberapa hal harus kita lakukan demi perlindungan. Termasuk, kita akan lakukan sweeping antigen ke semua orang yang jalan kita rapid antigen. Ini salah satu masukan warga,” jelasnya.

Namun, rencana sweeping rapid antigen Pemkot Makassar masih akan dibahas pada saat rapat evaluasi penerapan PPKM level 4.

“Kami rapatkan semua kegiatan sekalian evaluasi PPKM level 4 kemarin,” ujarnya.

Walikota Makassar juga menyebutkan tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit dengan pasien covid-19 meningkat jelang berakhirnya PPKM level 4.

“Untuk keterisian tempat tidur rumah sakit mengalami peningkatan sebesar 57 persen dan untuk ICU 90 persen,” sebutnya.

Baca juga: Syarat Bertemu Bupati Sigi Wajib Bawa Swab PCR Negatif

Peningkatan kasus harian mencapai 600 kasus

Peningkatan itu, seiring dengan meningkatnya kasus harian Covid19 di Kota Makassar sebanyak 600 kasus.

Berdasarkan data Satgas Covid19 Makassar per 31 Juli 2021 tercatat sebanyak 4.602 kasus dengan rincian pasien sembuh sebanyak 34.149 dan meninggal dunia sebanyak 734.

Untuk meringankan beban rumah sakit yang menangani pasien Covid19, baik yang bergejala ringan maupun tanpa gejala, pemerintah menyiapkan KM Umsini sebagai lokasi isolasi mandiri terpadu.

“Makanya kami ringankan beban rumah sakit hadir isolasi mandiri apung terpadu,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah pusat terkait dengan perpanjangan PPKM level 4 yang akan berakhir Senin 8 Agustus 2021. (***)

Baca juga: PPKM Level Empat Palu: Titik Perbatasan Akan Disekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post