Pemkot Makassar Fokus Kembangkan UMKM di Lorong Wisata

waktu baca 2 menit
Lorong Wisata Makassar (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, melalui Dinas Komunikasi dan Informasi memfokuskan pembinaan dan kembangkan ekonomi kerakyatan pada sektor Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) yang berbasis digital dengan menghadirkan incubator center dalam program lorong wisata.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Aplikasi Informasi dan Telematika Diskominfo Makassar, Jusman, saat diskusi publik di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 13 Juli 2022.

“Inkubasi center ini akan menjadi wadah bagi UMKM untuk tinggal di lorong dan kemudian mewadahi pengembangan UMKM berbasis digital” ucap Jusman, Kepala Bidang Aplikasi Informasi dan Telematika Diskominfo Makassar, saat diskusi publik di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 13 Juli 2022.

Dia mengatakan, potensi untuk mengubah UMKM menjadi startup di koridor pariwisata merupakan cara baru untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan di masa pemulihan ekonomi nasional dari pandemi COVID-19.

Baca: Polda Sulawesi Tengah Komitmen Berantas PETI Sungai Tabong

Ia menjelaskan, disinilah permasalahan UMKM kita diatasi agar (inkubator) biar menempatkan produk secara online

Untuk itu, Pemkot Makassar melalui Diskominfo Makassar akan mendukung kembangkan UMKM hal ini ke depannya melalui sistem aplikasi. Mulai dari infrastruktur hingga jaringan di lorong-lorong termasuk lorong wisata, hingga memungkinkan startup ini bekerja sama dengan UMKM yang terkendala penggunaan teknologi.

“Kemudian kita akan membangun jembatan bagi UMKM dengan perusahaan yang sedang berkembang untuk bermitra dengan Diskominfo, kemudian menyiapkan wadahnya untuk mengakomodir secara teknologi,” tegasnya.

Sementara itu, Pratiwi Quranita Maegaung, pemilik Maulagi Food, mengambil kesempatan untuk berbagi pengalamannya dengan pengelolaan UMKM berbasis digital.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut memulai usaha. Hal ini karena bisnis berbasis digital akan memiliki keuntungan yang jelas karena tersistem dengan baik.

“Alhamdulillah saat memulai bisnis ini saya merasa tidak rugi karena dalam sistem digital, konsumen hanya perlu membayar sehari sebelum makanan diantarkan,” tambahnya.

Baca: Dukcapil Parigi Moutong Permudah Pengurusan Adminduk

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.