Pemda Parigi Moutong Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Berlaku 14 Hari

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Pemda Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah tetapkan status tanggap darurat banjir di tiga desa Kabupaten Parigi Moutong yang berlaku selama 14 hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Parigi Moutong Amiruddin, pada hari Senin 23 Mei 2022.

“Status tanggap darurat darurat banjir di Parigi Moutong telah ditetapkan. Dalam Surat Keputusan Bupati telah diatur bahwa proses penanganan pasca banjir dilakukan akan secara terpadu,” ucap Kepala Bidang Kedaruratan dan Kedaruratan Logistik BPBD Parigi Moutong Amiruddin, Palu Senin 23 Mei 2022.

Ia juga menjelaskan, tanggap darurat berdasarkan Keputusan (Perbup) Nomor 32 Tahun 2021 tentang Pedoman Penetapan Keadaan Darurat Bencana yang berlaku selama 14 hari ke depan.

Baca: Pemprov Sulawesi Barat Upayakan Jalin Kerja Sama Ekonomi Jalur Laut

Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara simultan lintas instansi guna upaya memulihkan kondisi warga yang terkena dampak.

Amiruddin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi teknis untuk lebih memperkuat manajemen, mulai dari infrastruktur, sosial, ekonomi, kesehatan hingga logistik bahan bangunan, termasuk instansi vertikal.

“Sesuai dengan hasil rapat yang kami selenggarakan, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat memiliki tugas dan tanggung jawab, mengurus logistik, perbaikan sarana dan prasarana, semuanya sudah ditata,” kata Amiruddin.

Menurut data BPBD setempat, 236 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kayuboko dan Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kamis 19 Mei 2022. Dua rumah dikatakan mengalami kerusakan sedang dan satu rumah rusak berat.

Dalam menangani pasca banjir, kata dia, Pemkab Parigi Moutong berupaya mempercepat pemulihan agar warga terdampak di tiga desa tersebut bisa hidup lebih nyaman.

“Pemerintah juga melakukan normalisasi sungai sebagai bagian dari mitigasi untuk menghindari dampak banjir, dan penanggulangan alur sungai sedang dibahas secara lebih teknis,” jelas Amiruddin.

Amiruddin juga menambahkan, legalitas formal penetapan tanggap darurat hanya tinggal menunggu proses administrasi dari kepala daerah.

“Hari ini Surat Keputusan Tanggap Darurat sudah ditanda tangani Bupati. Berdasarkan surat tersebut, upaya pemulihan lebih lanjut akan dilakukan secara menyeluruh,” tutup Amiruddin Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Kabupaten BPBD Parigi Moutong (*)

Baca: Sebut Ada Intimidasi Terhadap Tim KPK, Alasan Harun Tidak Ditangkap

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.