Pemerintah Mendistribusikan Vaksin Sinovac Sebagai Booster

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid

Kesehatan, gemasulawesi – Kementrian Kesehatan mulai mendistribusikan alokasi vaksin sinovac secara bertahap untuk program vaksinasi booster di seluruh wilayah. Keputusan itu diambil sebagai tanggapan atas putusan Mahkamah Agung (MA).

“Saat ini kami sudah mulai mendistribusikan vaksin Sinovac untuk booster bertahap ke daerah-daerah,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (26/4/2022).   

Ia mengatakan alokasi vaksin booster Sinovac sudah cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan vaksin yang ada di fasilitas manufaktur PT Bio Farma. Total stok adalah 57 juta dosis. “Tergantung dari kebutuhan di setiap daerah dan siap di alokasikan,” Ungkapnya.

Baca: Vaksinasi Booster di Parigi Moutong Target Usia 18 Tahun Keatas

Mahkamah Agung juga telah memenangkan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia dalam uji materi pasal dua Perpres RI Nomor 99 Tahun 2020 dalam hal pembelian vaksin juga pelaksanaan vaksinasi dari perlawanan pandemi covid19.   Pengambilan keputusan oleh Mahkamah Agung dalam hal vaksin covid19 untuk segera memberikan vaksin halal kepada umat islam.

Vaksin Sinovac merupakan salah satu jenis vaksin di Indonesia yang telah memiliki fatwa halal nomor 2 tahun 2021 dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dengan demikian, untuk mekanisme vaksinasi gotong royong, juga diberikan rekomendasi vaksin Sinopharm untuk fatwa halal dengan fatwa MUI Nomor 9 Tahun 2022.

Baca: Pemerintah Atur Cadangan Dana Vaksin Gratis Covid19 di RAPBN 2022

Sejauh ini, pemerintah telah berhasil memberikan enam rejimen vaksin yang telah diberikan izin penggunaan darurat oleh BPOM, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen dan Sinopharm. Rejimen vaksin yang digunakan di Indonesia diperoleh melalui berbagai program, baik melalui pengadaan langsung, kerjasama bilateral dan multilateral, program hibah dan fasilitas COVAX.   

Kementerian Kesehatan juga menyetujui alokasi vaksin Sinovac untuk diberikan di bawah program vaksinasi Covid-19 khusus untuk anak-anak berusia 611 atau lebih, dan untuk menyelesaikan dosis kedua vaksinasi yang sama dengan atau lebih dari 12 tahun.   

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan no. SR02.06/II/266/2022 tentang Pemantauan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 611 Tahun dan Penggunaan Vaksin Sinovac.

Ia mengatakan penggunaan vaksin Sinovac untuk booster tentu akan mengurangi alokasi kebutuhan imunisasi anak. (*)

Baca: Pengadaan 3 Juta Dosis Vaksin Sinovac Telan Anggaran 633 milyar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.