Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pemerintah Disarankan Buat Regulasi Harga Batas Tertinggi PCR

Pemerintah Disarankan Buat Regulasi Harga Batas Tertinggi PCR
Foto: Illustrasi swab pcr

Gemasulawesi- Ekonom Universitas Indonesia Haryadin Mahardika menyarankan, pemerintah harus memperkuat penetapan regulasi harga batas tertinggi PCR dan antigen.

“Menurut saya sudah waktunya harga tes PCR dan antigen dibuat sangat terjangkau bagi masyarakat,” ujar Haryadin, Senin 16 Agustus 2021.

Selain regulasi mengenai harga batas tertinggi PCR diperkuat, juga Kementerian Kesehatan dengan menerbitkan harga acuan resmi untuk tes-tes pemeriksaan Covid19.

Baca juga: Pria Asal Aceh Jadi Pelaku Ujaran Kebencian Terhadap Jokowi

“Kalau sudah diatur secara resmi itu maka masyarakat akan lebih senang dan menerima,” ujar Haryadin.

Langkah Presiden RI Joko Widodo meminta harga tes PCR turun dinilai tepat.

Pasalnya, ia menilai sudah waktunya pemerintah turun tangan mengatur harga batas tertinggi PCR. Agar biaya produksi atau cost production tes-tes pemeriksaan itu menjadi terbuka dan transparan bagi publik serta bisa diaudit.

“Siapapun bisa mengetahui dan mudah untuk mendapatkan informasi terkait berapa komponen biaya tes PCR dan antigen,” kata dia.

Sejalan dengan itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menilai rencana pemerintah menurunkan harga tes PCR covid-19 penting dalam mendorong peningkatan upaya tracing.

“Saya rasa penurunan harga itu penting, mengingat mahalnya harga tes PCR untuk deteksi Covid19 merupakan salah satu yang dikeluhkan oleh masyarakat,” ujar Eko, Senin.

Menurut dia, saat ini masyarakat membutuhkan tes PCR lainnya seperti antigen sebagai persyaratan untuk menjalankan kegiatan atau aktivitas keseharian mereka.

“Kalau kemudian harga tes PCR tersebut lebih mahal dibandingkan harga tes PCR di negara-negara lainnya, memang seharusnya harga tes PCR di Indonesia bisa ditekan,” paparnya.

Hasil pemeriksaan tes PCR saat ini menjadi alat atau perangkat penting sebagai acuan paling utama untuk bisa menentukan status seorang individu apakah positif covid19 atau tidak.

“Harusnya bisa, upaya tracing Covid19 di Indonesia kurang. Dengan demikian adanya penurunan harga tes PCR itu diharapkan upaya tracing bisa lebih banyak,” ujarnya.

Baca juga: Kabupaten Parimo Butuh Alat PCR

Jokowi minta harga PCR Rp550 ribu 

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta agar harga batas tertinggi PCR untuk mendeteksi covid19 adalah senilai Rp550 ribu dan hasilnya dapat diketahui maksimal 1×24 jam.

Tes PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS CoV-2 dengan mendeteksi DNA virus. WHO juga merekomendasikan metode tes PCR untuk mendeteksi Covid-19. Presiden berharap dengan rentang harga tersebut maka tes covid-19 akan semakin banyak. (***)

Baca juga: 30 Lurah dan Camat Dipecat di Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post