Pemerintah Diminta Terbuka Soal Penggunaan TKA di Indonesia

Pemerintah Diminta Terbuka Soal Penggunaan TKA di Indonesia
Foto: TKA di Indonesia.
Jangan Lupa Share

Berita nasional, gemasulawesi- Pemerintah diminta untuk terbuka terkait penggunaan TKA di Indonesia. Sebab, publik patut mendapatkan informasi lengkap terkait itu.

“Kalau bicara TKA faktor sosialnya, komunikasinya, politiknya, menurut saya harus di-disclose, harus terbuka. Kalau mau memasukkan ini, apa sih yang mau masuk? Publik harus diberikan penjelasan bagus dengan narasi baik karena kalau tidak ini menjadi bulan-bulanan” ungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranomo, pada diskusi Investor Daily Summit 2021, Selasa 13 Juli 2021.

Melihat pengalamannya mengawal investasi di kawasan industri di Jawa Tengah, biasanya investor membawa teknologi sekaligus pekerjanya masuk ke Indonesia.

Baca juga: Puluhan TKA China Masuk Sulsel Saat PPKM Darurat

Kendati begitu, pihaknya mengklaim penggunaan TKA diperbolehkan masuk adalah tenaga kerja yang berkeahlian tertentu dan tidak mampu dikerjakan orang lokal.

Bahkan, pihaknya siap membuka data penggunaan TKA bila perlu.

“Saya firm betul menghadapi soal begini, karena kami ada datanya dan data bisa kami share buka,” ungkapnya.

Baca juga: Ratusan Tenaga Kerja Asing China Masuk Sulsel Sejak Januari 2021

Penggunaan TKA kerap menjadi sorotan publik

Penggunaan TKA kerap menjadi sorotan publik. Salah satu kejadian yang sempat menjadi perhatian adalah kedatangan TKA China ke Bantaeng, Sulawesi Selatan pada Sabtu 3 Juli 2021 malam.

Kedatangan 20 TKA itu mengundang kritik di tengah kebijakan PPKM Darurat akibat lonjakan kasus covid-19 di dalam negeri. Perusahaan TKA China itu, yaitu PT Huadi Nickel Alloy beralasan kedatangan mereka untuk mempercepat pembangunan pabrik smelter direnacakan beroperasi pada November 2021 nanti.

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Alexander K Ginting menyebut, 20 TKA asal China itu merupakan pekerja sektor esensial industri. Pertimbangan lainnya adalah faktor keuangan, diplomasi, serta keadaan darurat.

Terkait TKA di Indonesia, Ketua DPRD Seram Timur, Maluku Noaf Rumauw, mendesak Satgas Covid-19 Kota Bula untuk memperketat penjagaan di setiap pintu masuk, menyusul masuknya TKA asal Cina terkonfirmasi positif virus corona.

Pihaknya meminta Satgas Covid-19 Kota Bula agar serius dalam bekerja. Serta menekankan, jangan sampai baru bergerak melakukan pencegahan setelah adanya paparan kasus virus corona di Kabupaten Seram Timur. (***)

Baca juga: Banjir Tomini Parigi Moutong, Enam Rumah Warga Rusak Berat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post