Pemerintah Diingatkan Tidak Sembunyikan Kasus Covid 19 Pada Anak

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi uji pcr covid 19 pada anak.

Berita nasional, gemasulawesi– Transparansi kasus penting untuk penanganan lebih maksimal, sehingga pemerintah diingatkan tidak menyembunyikan data covid 19 pada anak.

“Data-data mohon transparan. Tidak perlu disembunyikan. Makin kita tahu, makin dini penanganan, makin baik,” kata Anggota tim pakar Satuan Tugas Penanganan Covid 19, Bambang Supriyanto dalam forum diskusi ‘Denpasar 12’ yang digelar secara daring, Rabu, 7 Juli 2021.

Dalam kesempatan itu, Bambang memaparkan cara penanganan covid 19 pada anak. Ia mengatakan, pada prinsipnya, perawatan pada anak sama dengan orang dewasa.

Anak bisa melakukan isolasi mandiri jika bergejala ringan covid 19 atau dirawat di rumah sakit jika bergejala sedang hingga berat.

Baca juga: Puluhan Nakes dan Dokter di Palu Sulteng Jalani Uji Swab

“Tidak semua pasien anak isolasi mandiri atau harus rawat inap. Bisa isolasi mandiri ketika tanpa gejala dan kasusnya ringan. Tidak usah panik. Lalu rawat inap, yang dirawat kasus sedang hingga berat,” ujar dia.

Baca juga: PDP Corona Asal Ongka Miliki Riwayat Perjalanan dari Gowa

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memiliki buku panduan isolasi mandiri covid 19 anak dapat dijadikan rujukan. Beberapa hal perlu diperhatikan adalah pengasuhan dan pemantauan.

Pengasuhan cukup dilakukan satu orang saja memiliki risiko rendah. Kemudian, pengasuh harus terus memantau suhu, asupan makanan dan minum, serta aktivitas anak.

Baca juga: Syarat Zonasi PPDB Sebabkan Tingginya Mobilitas Penduduk

“Ada buku diary, buku panduan isolasi mandiri anak dari IDAI,” ujar Bambang.

Pihaknya juga mengingatkan para orangtua di rumah agar selalu mencontohkan penerapan protokol kesehatan kepada anak. Selain itu, para orangtua segera mengikutsertakan anak usia 12-17 tahun untuk vaksinasi covid 19.

Baca juga: IMIP Sulawesi Tengah Bantu 21 Isotank Oksigen ke Pemerintah

“Peran keluarga penting sekali dalam penanganan covid 19 pada anak. Keluarga memegang peranan utama untuk anak-anak. Komunikasi yang sederhana kepada anak,” tuturnya.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan risiko keterpaparan anak terhadap covid 19 sama besarnya dengan orang dewasa.

Baca juga: Sulawesi Tengah Dalam Waktu Dekat Bangun Kerjasama Industri Maritim

Sehingga, para orangtua harus lebih waspada dan menjaga agar anak-anak mereka tidak terpapar virus corona yang saat ini sudah bermutasi menjadi lebih menular dan menimbulkan gejala berat.

Di Indonesia sendiri, kasus covid 19 sudah menyerang lebih dari 200.000 anak. Data Satgas per Minggu 20 Juni 2021 menunjukkan, 12,5 persen dari 1,9 juta kasus positif di Indonesia, yakni sekitar 250 ribu kasus, terjadi pada anak usia 0-18 tahun. (***)

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Minta Percepat Rehab Rekon di Donggala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.