2Banner GIF 2021

Pemerintah Berencana Larang Perayaan Tahun Baru

Pemerintah Berencana Larang Perayaan Tahun Baru
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan

Nasional, gemasulawesi – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah berencana melarang perayaan tahun baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar, sebagai upaya antisipasi kenaikan kasus COVID-19 sewaktu momentum hari besar.

“Di kesempatan ini, di tengah angka peningkatan kasus di Eropa dan beberapa negara lain yang terus tinggi, saya kembali mengajak kita semuanya untuk tidak egois dan saling berbesar hati agar kita sama-sama bisa menaati kembali protokol kesehatan yang terus diimbau agar kita tidak kembali mengulang pengalaman buruk pada masa yang lalu akibat kelalaian kita,” kata Menko Luhut Pandjaitan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 15 November 2021.

Baca juga: 15 Napi Lapas Klas III Parigi Dapat Remisi Khusus Natal 2020

Pemerintah juga mempersiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi potensi kenaikan kasus di tengah-tengah Natal dan perayaan tahun baru.

Menurut Luhut, kesuksesan dalam menahan kenaikan kasus Covid-19 pada periode Natal dan tahun baru akan menentukan keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional ke depan.

Ia menjelaskan, pemerintah terus menemukan situasi yang menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat yang patuh protokol kesehatan semakin berkurang dari hari ke harinya.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Terpantau Stabil Jelang Pergantian Tahun

Hal itu, menurutnya, sangat mengkhawatirkan dalam menghadapi potensi kenaikan mobilitas dan konfirmasi Covid-19 di masa Natal dan tahun baru nanti.

“Dalam menyambut Natal dan tahun baru yang akan datang sebentar lagi, pemerintah akan berkoordinasi untuk mengetatkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dan protokol kesehatan utamanya di tempat kerumunan. Selain itu pemerintah akan terus menggenjot percepatan vaksinasi terutama vaksinasi lansia di wilayah yang tingkat vaksinasi umum dan lansianya masih di bawah 50 persen,” kata Menko Luhut.

Baca juga: Pemerintah Diminta Kawal Perusahaan Pertambangan Emas di Parigi Moutong

Tak hanya itu, katanya, pemerintah juga akan terus memperkuat aktivitas testing dan tracing oleh TNI/Polri dan penemuan kasus aktif, serta memasukkan pasien yang positif ke karantina terpusat untuk mencegah penyebaran di level keluarga.

“Apa yang telah kita perjuangkan bersama selama ini layak untuk terus dijaga dan tidak dilupakan hanya karena kejenuhan dan keegoisan kita,” ujar Luhut. (*)

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Larang Kegiatan Ciptakan Kerumunan

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post