Pemerintah Ajukan Tempe sebagai Warisan Kuliner ke UNESCO

waktu baca 2 menit
Foto: Tempe makanan warisan kuliner ke UNESCO.

Berita nasional, gemasulawesi– Produk makanan berbahan dasar kedelai, seperti Tempe akan diusulkan menjadi warisan kuliner dunia untuk diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO.

“Siapa setuju tempe menjadi warisan budaya dunia diakui UNESCO? Setelah Rendang sudah go international. Sekarang saatnya tempe,” tulis Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno melalui Instagram-nya, beberapa waktu lalu.

Dalam Weekly Press Briefing, Sandiaga mengatakan, rendang terlebih dahulu sudah menjadi warisan budaya dunia.

Kini saatnya tempe merupakan panganan kearifan lokal tentunya tidak kalah hebat dari rendang, ikut menyusul sebagai warisan kuliner dunia ke UNESCO.

Sandiaga menilai, upaya ini perlu dilakukan melalui promosi kuliner dan pariwisata International, sebagai salah satu bagian Gastro Diplomasi atau ekonomi berbasis makanan.

“Kita berharap akan membawa tempe dalam kegiatan promosi kuliner dan pariwisata di dunia internasional. Tentunya rendang sudah duluan, tempe akan menyusul sebagai bagian daripada Gastro Diplomasi atau ekonomi berbasis mananan,” ungkap Sandiaga.

Baca juga: Ajang Wisata Kuliner Sulteng, Parimo Gelar Makan Lalampa Gratis

Untuk memastikan promosi tempe ke pariwisata internasional, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat ini terus melakukan kordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan tempe sebagai kuliner khas kebanggaan Indonesia.

Upaya ini diharapkan dapat berdampak besar pada penciptaan lapangan kerja para pelaku ekonomi kreatif kuliner menggunakan bahan dasar tempe dan juga berdampak pada kesejahteraan para petani kedelai.

Baca juga: Lomba Kuliner Nusantara, Jurus Parimo Sulteng Tarik Animo Wisatawan

“Tempe sebagai warisan kuliner budaya dunia terus kita kembangkan dengan berkordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Kita terus lakukan diskusi dengan kementerian perdagangan untuk memastikan kesiapan tempe dari segi suplainya maupun dari segi kualitas di pasar. Kita akan membangun tahapan, dan butuh kordinasi dari semua pihak,” tegas dia.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mendaftarkan rendang makanan khas tradisional berasal dari Sumatra Barat ke Unesco.

Baca juga: Belum Keluar, Rekomendasi PTM Terbatas Parigi Moutong

“Makanan tradisional dari Sumbar didaftarkan ke UNESCO pada tahun 2010 dengan nomor registrasi 776,” tutur Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Achyaruddin.

Tidak menjadi persoalan lagi bagi masyarakat Sumbar meskipun Malaysia telah klaim rendang sebagai warisan budaya.

Baca juga: Pemkot Palu Wajibkan 80 Persen Warga Divaksin Pekan Ini

“Kalau ada yang berani mengaku sebagai pemilik warisan budaya yang telah ditetapkan UNESCO, maka negara yang bersangkutan bisa dituntut,” kata dia.

Semua orang menaruh hormat dan menghargai apa yang telah diputuskan UNESCO. (***)

Baca juga: Ratusan Tenaga Kerja Asing China Masuk Sulsel Sejak Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.