Home PARIGI MOUTONG Pemdes Bolano Barat Parimo Diduga Selewengkan Dana Desa

Pemdes Bolano Barat Parimo Diduga Selewengkan Dana Desa

Pemdes Bolano Barat Parigi Moutong Diduga Selewengkan Dana Desa
Illustrasi Dugaan Selewengkan dana desa

Parimo, gemasulawesi.comPemerintah desa (Pemdes) Bolano Barat, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi moutong (Parimo) diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019.

Dugaan penyelewangan muncul ke permukaan setelah pemerintah desa sudah tidak bisa lagi membayar utang ke salah satu penyedia bahan bangunan penyuplai kegiatan proyek desa.

“Kami belum menerima pembayaran material, walaupun pengerjaan proyek plat duiker telah rampung,” ungkap salah satu penyedia bahan bangunan yang enggan disebutkan namanya, Sabtu, 28 September 2019.

Ia mengatakan, saat pihaknya ingin menagih pembayaran, bendahara Pemdes Bolano Barat Parigi Moutong menyebut sudah tidak lagi memegang uang dengan dalih anggaran kas telah kosong. Padahal komitmen menyuplai bahan material telah ditunaikan hingga pekerjaan selesai.

Sampai saat ini lanjut dia, pihaknya masih belum menerima sisa pembayaran senilai Rp 29 Juta. Selain itu, upah Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sekitar 16 Juta Rupiah belum juga direalisasikan. Sehingga total dugaan penyelewengan senilai Rp 45 Juta Rupiah dari total anggaran proyek 150 Juta Rupiah.

Kepala Desa Bolano Barat, Misran, yang ditemui media ini di kediamannya mengaku tidak mengetahui secara pasti sisa anggaran DD. Ia berdalih, baru menjabat Kades pada tahap dua penggunaan anggaran DD dan ADD tahun 2019.

“Kami mempercayakan pembagian anggaran untuk kegiatan kepada Sekretaris Desa (Sekdes) dan Bendahara, karena mereka sudah lebih dulu paham. Sudah saya sampaikan agar langsung menyalurkan dana kepada penyuplai dan pelaksana kegiatan,” jelasnya.

Terkait keluhan warga katanya, dirinya akan melakukan koordinasi kembali dengan Sekdes dan Bendahara terlebih dahulu.

Selain dugaan penyelewengan anggaran senilai 45 Juta Rupiah. Pemdes Bolano Barat Parigi Moutong juga masih memiliki hutang kepada pihak lain terkait penyewaan satu paket lengkap sound system dan tenda senilai Rp 26.500.000.

“Itu untuk kegiatan MTQ Kecamatan kemarin, peminjaman kursi, tenda, sound system dan lampu,” terang Misran.

Ia mengaku, terpaksa harus berhutang untuk kesuksesan penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan yang dilaksanakan di Desa Bolano Barat.

Hingga saat ini tambah dia, pihaknya masih bingung dan belum mendapatkan solusi untuk menyelesaikan hutang terkait pelaksanaan MTQ.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Parimo, Fit Dewana, yang dikonfirmasi media ini via telepon seluler, mengaku akan bekerjasama dengan Inspektorat.

“Segera kami akan berkoordinasi dengan Inspektorat. Jika memang ada indikasi penyelewengan, maka kami akan minta dilakukan pemeriksaan khusus,” tegasnya.

Laporan: Ahmad Nur Hidayat

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.