Selasa, Mei 18, 2021

Pemda Temukan Pengecer Jual LPG 3 Kg Lampaui HET

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Bagian perekonomian Setda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, temukan masih ada pengecer jual LPG 3 Kg melampaui HET atau Harga Eceran Tertinggi.

“Kami pernah memberikan sanksi administrasi berupa teguran hingga penangguhan pengisian gas LPG kepada pemilik pangkalan pelanggar ketentuan,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian Setda Parigi Moutong, Haris Rahim, usai peninjauan ke sejumlah pasar dan pengecer tabung LPG, Jumat 23 April 2021.

Ia menegaskan, ketika terjadi pelanggaran pengecer jual LPG, maka diberikan sanksi pencabutan izin usaha.

Sanksi bagi pengecer jual LPG lampaui HET diatur dalam surat edaran Gubernur Sulawesi Tengah. Tentang harga berdasarkan radius atau jarak dari SPBE.

Baca juga: Wabup Badrun: Harga Gas LPG Naik, Segera Lapor

“Wilayah Parigi HET-nya Rp 18 ribu per tabung. Namun, kenyataan di pangkalan HET tidak digunakan. Melainkan menetapkan harga Rp 20 ribu per tabung. Tetapi, kami masih dapat tolerir,” tuturnya.

Baca juga: Kurang 24 Jam, Polisi Ringkus Pencuri Motor di Tolitoli

Pangkalan LPG mengaku menaikkan harga ecer menjadi Rp 20 ribu. Karena jika harga sesuai HET, tidak akan mendapatkan keuntungan atau uang kembali.

Selain itu, pihaknya memantau di tingkat pengecer jual LPG 3 Kg. Itu untuk mengantisipasi adanya oknum mengambil keuntungan, modus membeli lebih dari satu tabung.

Baca juga: Jamin Pasokan LPG Bersubsidi, Pemdes Torue Genjot Bumdes

“Kami juga pantau harga sembako. Sejauh ini masih terbilang stabil, saat memasuki pekan kedua bulan suci Ramadhan,” sebutnya.

Ia menjelaskan, pemantauan harga sembako ini, dilakukan di tiga pasar berbeda. Yaitu Pasar Tolai, Kecamatan Torue dan Pasar Sentral Parigi.

Baca juga: SPPBE Pangi, Jamin Stok LPG Bersubsidi Parimo Aman

Kegiatan pantauan pengecer jual LPG 3 Kg dan harga sembako dilakukan, guna mengantisipasi gejolak kenaikan harga, saat momen bulan puasa. Serta menjelang perayaan hari raya Idul Fitri nantinya.

“Harga stabil karena tingkat kebutuhan juga masih rendah. Misalnya komoditas cabe kemarin harganya Rp. 80 ribu perkilogram, sekarang sudah turun,” katanya.

Baca juga: Kabupaten Morowali Hari Ini, kembali Cetak Skor Tertinggi Positif Covid 19 di Sulteng

Laporan: Aldi

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article