Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pemda Tambah Fasilitas Rujukan Covid19

Pemda Tambah Fasilitas Rujukan Covid19 di Parigi Moutong
Foto: Sekda Parimo, Zulfinasran.

Gemasulawesi– Pemda akan menambah fasilitas rujukan Covid19, Parimo, Sulteng. Fasilitas rujukan itu adalah, Rumah Sakit Raja Tombolotutu di Tinombo dan Rumah Sakit Buluye Napoae di Moutong.   

“Berdasarkan instruksi Bupati, dua rumah sakit di wilayah utara itu segera diusulkan menjadi rumah sakit rujukan covid19. Karena memang sebelumnya, rumah sakit rujukan itu hanya di RSUD Anuntaloko Parigi,” ungkap Sekretaris daerah Parimo, Zulfinacran Ahmad kepada wartawan, Rabu 28 Juli 2021.

Usulan tambahan fasilitas rujukan Covid19 itu, telah dalam proses penyusunan dan akan diputuskan melalui surat keputusan.

Baca juga: Pemprov Sulawesi Tengah Tambah Rumah Sakit Darurat Covid-19

Pemda tambah fasilitas rujukan Covid19 sebagai upaya mengantisipasi meningkatnya kasus pandemi di Parimo.

Keberadaan tambahan fasilitas rujukan Covid19 itu, akan memudahkan pasien mendapatkan penanganan medis. Khususnya bagi warga berdomisili di wilayah utara Parimo.

“Jadi akan dibagi sesuai rayon, warga di utara akan mendapatkan akses penanganan medis di rumah sakit Tinombo dan Moutong. Akan dibuatkan surat keputusannya,” kata dia.

Dia mengakui, kondisi wilayah Parimo saat ini memang mengalami peningkatan kasus Covid19.

Berdasarkan laporan, terdapat 70 warga terkonfirmasi positif corona dan sedang menjalani penanganan di RSUD Anuntaloko Parigi.

Lonjakan kasus itu, mengakibatkan fasilitas medis ruang rawat inap di RSUD Anuntaloko Parigi mengalami over kapasitas.

Namun, lantai tiga gedung rumah sakit sebelumnya tidak dapat digunakan, sudah bisa dimanfaatkan kembali.

“Jadi lantai tiga di gedung rumah sakit itu akan dimanfaatkan bagi pasien terkonfirmasi Covid19,” ujarnya.

Baca juga: Wabup Minta Tambah Kuota Vaksin Covid19 di Parimo

Gedung Diklat dijadikan fasilitas isolasi mandiri covid19

Bahkan, rencananya gedung Diklat akan kembali dimanfaatkan pihaknya sebagai fasilitas Isolasi Mandiri (Isoman).

Dalam penanganan kasus Covid19 perlu keterlibatan semua pihak, sebab permasalahan itu tidak dapat diatasi pemerintah.

Masyarakat diminta untuk bisa memahami keadaan, meningkatkan kesadaran diri untuk membatasi aktifitas agar tidak terjadi peningkatan kasus

“Kalau tidak ada kerjasama dari semua sektor, seperti media, LSM, tokoh-tokoh masyarakat, stakeholder, masalah ini tidak akan bisa terselesaikan. Semuanya harus bergerak bersama-sama,” pungkasnya.

Baca juga: Perpanjangan Masa PPKM di Sulawesi Tengah, Ini Rekomendasi Satgas Covid19 Parimo

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post