Pemda Parimo Lambat Antisipasi Kelangkaan LPG Tiga Kg

  • Whatsapp
Pemda Parimo Lambat Antisipasi Kelangkaan LPG Tiga Kg
ilustrasi

Parimo, gemasulawesi.com– Pemda Parimo, Provinsi Sulteng lambat mengantisipasi persoalan gas LPG tiga Kg yang masih mahal dan langka, hingga menyusahkan masyarakat.

Pasalnya, sampai dengan tujuh Ramadhan 1440 H, masyarakat mengeluhkan langkanya dan mahalnya tabung LPG hingga tingkat pangkalan dan pengecer.

Bacaan Lainnya

Dari pantuan gemasulawesi.com di Kantor Bupati Parimo, Wakil Bupati, Badrun Nggai, baru melakukan rapat konsolidasi dengan sejumlah pihak dan OPD terkait, Senin, 13 Mei 2019.

Konsolidasi akan fenomena di masyarakat, dikaitkan dengan operasi pasar Pemda Parimo untuk menjaga harga komoditi bahan pokok lainnya.

Menurut penelusuran gemasulawesi.com ke pangkalan dan agen tabung gas LPG tiga Kg di Kecamatan Parigi, terpantau harga di tingkat pengecer dikisaran Rp 25000 hingga Rp 30000 per tabung.

Sementara itu, tabung gas subsidi tidak berada lama di pangkalan, langsung habis terjual hanya dalam hitungan jam.

Padahal, pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas LPG 3 kg yang disubsidi pemerintah kepada masyarakat menengah kebawah senilai Rp 16000.

Menanggapi fenomena di masyarakat, Anggota legislatif DPRD Parimo mengkritisi Pemda mengenai kelangkaan dan melambungnya harga eceran tabung gas melon tersebut.

Hal itu terungkap dalam rapat paripurna DPRD Parimo mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2018 pekan kemarin.

Sekilas, Pemda menjawab kritikan DPRD Parimo, akan mengadakan pengawasan terkait pnyaluran tabung gas LPG tiga Kg.

Pemerintah mencurigai, ada beberapa oknum yang memanfaatkan momen ini, untuk menimbun tabung gas demi keuntungan pribadi semata.

Namun, sampai saat ini penerapan pengawasan dan penyelesaian secara detail di lapangan, nampaknya belum terasa dampaknya oleh masyarakat.

Baca juga: Ratusan Koperasi Kabupaten Mamuju, Belum Laksanakan RAT

Laporan: Muhammad Rafii

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar