2Banner GIF 2021

Pemda Parigi Moutong Gelar Vaksinasi Ibu Hamil

Pemda Parigi Moutong Gelar Vaksinasi Ibu Hamil
Foto: Pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil di Parigi Moutong.

Gemasulawesi Pemda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menggelar vaksinasi covid19 kepada ibu hamil guna mencegah tingginya angka kematian ibu dan janin.

“Hari ini telah dilakukan pencananganan vaksinasi serentak yang dikhususkan kepada ibu hamil di wilayah Parigi Moutong,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Ellen Ludya Nelwan saat ditemui di Parigi, Senin 18 Oktober 2021.

Dia mengatakan, vaksinasi serentak itu bekerjasaman seluruh Puskesmas di daerah setempat.

Baca juga: Cegah Stunting, Ini Cara DP3AP2KB Parigi Moutong Edukasi Ibu Hamil

Menurut dia, jumlah ibu hamil yang ditargetkan untuk mendapatkan suntikan vaksinasi yaitu sebanyak 2.740 orang. Untuk waktu vaksinasi selama enam menit, dan diperkirakan selama 114 hari.

“Untuk tahapan kegiatannya masih harus mempertimbangkan sesuai kondisi yang ada” tegasnya

Dia menyebutkan, tercatat sebanyak 261 ibu hamil berada di Puskesmas Kecamatan Moutong. Pasca mendapatkan suntikan vaksin, mereka tetap akan mendapatkan pantauan.

“Tetap di pantau di masing-masing wilayah Puskesmas terdekat” tegasnya.

Kabupaten Parigi Moutong kata dia, berada diurutan keempat kasus terkonfirmasi Covid-19 Sesulawesi Tengah, dan dapat berdampak kepada Ibu hamil Atau menyusui.

Ada 64 orang ibu hamil yang terkonfirmasi Covid19 dan 4 orang meninggal dunia, dengan tingginya kasus terkonfirmasi itu, sehingga vaksinasi diberikan sebagai langkah pencegahan.

Sementara itu, Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai, SE mengimbau, kepada masyarakat, khususnya para suami untuk membawah istrinya yang sedang hamil ke fasilitas kesehatan terdekat, untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Usai mendapatkan suntikan kata dia, ibu hamil harus tetap mendapatkan pantauan, hingga melahirkan nantinya. Sebab, jika yang bersangkutan selamat merupakan prestasi pemerintah daerah.

“Jadi saya meminta ibu hamil ini tetap mendapatkan pantau, jangan dibiarkan begitu saja,” kata dia.

Dia juga meminta kepada petugas kesehatan atau vaksinator untuk melakukan pemeriksaan dengan benar, agar tidak ada gejala yang ditimbulkan usai mendapatkan suntikan.

Sebab, hal itu akan menjadi penyebab masyarakat tidak ingin menjalani vaksinasi.

“Padalah ada penyakit bawaan, jadi ketika di vaksin meninggal. Itu yang saya imbau kepada petugas kesehatan, dan jangan asal-asalan saja,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Pasutri Pelaku Pembuang Janin: Takut Ketahuan Hamil Diluar Nikah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post