Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pemda Parigi Moutong Diminta Siapkan Tempat Isolasi Covid19 Terpusat

Pemda Parigi Moutong Diminta Siapkan Tempat Isolasi Covid19 Terpusat
Foto: Illustrasi tempat perawatan pasien covid19.

Gemasulawesi- Pemda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diminta untuk segera menyiapkan tempat isolasi covid19 terpusat, guna menindak lanjuti instruksi gubernur bagi pasien terkonfirmasi virus corona.

“Tim Satgas harus secepatnya bergerak mencari solusi dalam rangka pengendalian penularan covid19,” ungkap Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Faisan Badja saat dihubungi, Jumat 13 Agustus 2021.

Dia menilai, apa yang disampaikan Gubernur terkait tempat isolasi covid19 terpusat, cukup efektif dalam penanganan dan upaya pengendalian penyebaran virus corona.

Baca juga: Pemerintah Diingatkan Tidak Sembunyikan Kasus Covid 19 Pada Anak

Olehnya, gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) milik Pemda Parigi Moutong cocok dijadikan sebagai tempat isolasi covid19 terpusat.

Pasalnya, sebelumnya bangunan itu juga sempat dijadikan sebagai tempat isolasi covid19 terpusat.

“Melihat situasi saat ini penularan virus corona di Parigi Moutong masih cukup tinggi, maka pemerintah setempat segera mengambil langkah-langkah strategis, agar penanganan lebih efektif dan optimal,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga meminta agar tim Satgas penanganan covid19 kabupaten memberikan penguatan kepada komando Satgas tingkat kecamatan dan desa, dalam rangka menindaklanjuti arahan Gubernur.

“Artinya lebih cepat penyiapan tempat isolasi pasien covid19, lebih bagus lagi. Supaya perangkat-perangkat diperlukan sudah tertata untuk siap digunakan,” kata dia.

Baca juga: Parimo Siapkan Dua Hektar Lahan Pemakaman Jenazah Covid 19

Dua lokasi pemakaman jenazah covid19

Dia menambahkan, DPRD dan Pemda Parigi Moutong saat ini sedang mengupayakan lahan untuk lokasi pemakaman jenazah covid19.

Ada dua lokasi menjadi alternatif, yakni lahan di Desa Jono dan Desa Parigimpu, Kecamatan Parigi Barat.

Oleh karena itu, guna penentuan lokasi pemakaman, maka perlu dilakukan peninjauan teknis tim Satgas covid19 kabupaten untuk penentuan lokasi mana yang dianggap layak digunakan.

“Lahan itu milik masyarakat. Jika nanti sudah ditentukan lokasi yang layak, maka tentu dilakukan terlebih dahulu pembebasan lahan dan masing-masing lahan itu memiliki luas kurang lebih dua hektare,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemkab Parigi Moutong berencana membagi rayon dalam rangka untuk perawatan pasien terpapar covid19.

Hal itu dilakukan, mengingat wilayah kabupaten cukup luas. Sehingga, alternatif dilakukan dengan membagi zona agar masyarakat dapat terlayani dengan baik.

Baca juga: Ratusan Pasien Meninggal Saat Isoman di Yogyakarta

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post