2Banner GIF 2021

Pemda Parigi Moutong Bayar Biaya Penerangan Jalan 12 Milyar Pertahun

Pemda Parigi Moutong Bayar Biaya Penerangan Jalan 12 Milyar Pertahun
Illustrasi penerangan jalan.

Parigi moutong, gemasulawesi.com Pemerintah daerah Parigi moutong atau Parimo dibebani membayar biaya penerangan jalan 12 milyar pertahun. Lucunya, pembayaran dilakukan walaupun lampu penerangan dimaksud dalam keadaan mati.

Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak keberadaan Kabupaten Parimo. Berdasarkan informasi yang dihimpun gemasulawesi.com saat ini Pemda disebut masih berhutang kurang lebih 6 milyar rupiah.

Sekretaris daerah Kabupaten Parimo, H Ardi Kadir S.pd MM yang dikonfirmasi membenarkan persoalan tersebut.

Menurutnya, pihaknya sudah pernah meminta pihak PLN untuk memangkas lima puluh persen lampu penerangan atau mengganti bola lampu penerangan jalan dengan menggunakan lampu LED 40 watt yang setara dengan bohlam biasa 100 watt.

“Itu dalam rangka untuk efisiensi anggaran. Pihak PLN juga terkadang melakukan penambahan lampu penerangan jalan tanpa berkoordinasi dengan pihak Pemda,” tuturnya.

Untuk itu kata dia, Bapenda telah diperintahkan berkomunikasi untuk meninjau dan mengevaluasi keberadaan lampu penerangan jalan.

Pasalnya kata Ardi, kondisi lampu jalan tidak semua dalam kondisi hidup tapi pembayarannya tetap tidak mengalami penurunan.

“Perlu kita evaluasi, dasar hitungannya seperti apa? apakah sudah benar seperti itu? nanti kita lihat saja bagaimana solusi antara pihak Bapenda dengan PLN,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu kata dia, pernah dirinya meminta PLN sub rayon Parigi untuk coba menghitungkan bagaimana jika setiap lampu penerangan jalan itu menggunakan meteran prabayar sendiri. Berapa anggaran yang dibutuhkan utnuk merealisasikan itu, agar kedepannya penerangan jalan tidak mengalami kendala dan lebih mudah diukur proses penganggarannya. Tidak lagi berdasarkan asumsi dari pihak PLN saja, tetapi jelas biaya penerangan jalan Parigi Moutong berdasarkan hitungan meteran.

“Sekarang ini saya juga masih mempelajari dasar hitungannya seperti apa? menurut pihak PLN itu berdasarkan per mata lampu. contohnya, lampu 150 watt yang digunakan maka pihak PLN mengambil dasar itu tinggal dikalikan jumlahnya saja,” terangnya.

Masalahnya, pihak PLN tetap menghitung itu walaupun lampu penerangan jalan dimaksud dalam kondisi mati. Itu yang menurut Sekda Parimo perlu untuk dievaluasi.

“Kami juga sedang mempertimbangkan untuk memanfaatkan solar cell saja kedepannya untuk mengatasi persoalan lampu penerangan jalan di Parigi moutong,” tutupnya.

Terkait persoalan tersebut, hingga berita ini diterbitkan upaya konfirmasi masih terus coba dilakukan ke pihak PLN Sub rayon Parigi.

Laporan: Muhammad Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post