Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pemda Luwu Utara Beri Bantuan Alsintan Poktan

Pemda Luwu Utara Beri Bantuan Alsintan Poktan
Foto: Alsintan

Berita nasional, gemasulawesi– Pemda Luwu Utara, Sulawesi Selatan, beri bantuan Alsintan Poktan, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

“Sektor pertanian kita harapkan tidak terganggu di masa pandemi, karena sektor ini masuk ke dalam sektor critical yang memberi penyediaan makanan kepada masyarakat,” ungkap Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat menyerahkan bantuan Alsintan kepada sejumlah poktan Luwu Utara di Aula La Galigo Kantor Bupati, Senin 26 Julia 2021

Bantuan Alsintan Poktan dari Pemda Luwu utara itu terdiri dari dua unit combine harvestrer atau mesin pemotong padi, satu unit rice milling unit (RMU) atau mesin penggilingan padi, dua unit mesin penggilingan kopi, dua unit mesin pembubuk kopi, delapan unit mesin pompa air, sepuluh unit hand sprayer, dan dua unit mesin traktor.

Baca juga: Wali Kota Palu Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Masamba

Kemudian, salah satu syarat untuk mendapat bantuan Alsintan Poktan dari Pemda Luwu Utara adalah sudah divaksin Covid-19. Dengan begini, diharapkan semua petani yang menerima Alsintan sudah mendapatkan vaksin.

Pemda minta Alsintan tidak diperjualbelikan

Selaku Pemda Luwu Utara ia mengimbau, agar tidak memperjualbelikan, menyewakan, atau memindahtangankan bantuan Alsintan Poktan.

Baca juga: Banjir Bandang Hantam Ribuan Rumah Warga di Masamba, Tim Dompet Dhuafa Lakukan Asesmen

“Bantuan (alsintan) ini milik bersama, sehingga pemeliharaannya harus diperhatikan betul. Tolong ini menjadi perhatian kita agar tidak diperjualbelikan,” tegasnya.

Jika dirawat dengan baik, alsintan bisa digunakan selama minimal lima tahun, atau bahkan lebih.

“Banyak poktan yang menginginkan bantuan alsintan tetapi tidak siap menerima lantara ketidakmampuan memelihara, merawat, dan menggunakan alsintan,” ujarnya.

Ia berharap, para pertani tetap dalam keadaan sehat agar dapat terus bekerja. Pasalnya, sektor pertanian tidak mendapat pembatasan aktivitas di masa pandemi Covid-19.

“Sektor ini kita tidak lakukan pembatasan, tapi kita harap para petani tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat saat beraktivitas,” tutupnya. (***)

Baca juga: Kementan Bangun Embung di Luwu Utara, Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post