Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pemda Diminta Genjot Strategi Testing dan Tracing Covid19

Pemda Diminta Genjot Strategi Testing dan Tracing Covid19
Foto: Illustrasi tes swab.

Gemasulawesi– Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi meminta agar Pemda serius dalam menggenjot strategi testing dan tracing di wilayahnya. Apalagi pemerintah pusat telah mengalokasikan media tes covid19 kepada masing-masing Pemda.

“Penurunan kasus sangat berhubungan dengan jumlah orang diperiksa, sehingga kami selalu mendorong provinsi/kabupaten/kota untuk terus meningkatkan testing di wilayahnya masing-masing,” ungkap Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Rabu 25 Agustus 2021.

Dia mengklaim, pemerintah pusat sejauh ini selalu memberikan arahan kepada Pemda selama rapat koordinasi rutin diadakan tiap pekan, khususnya strategi testing dan tracing. Dalam kegiatan itu pemerintah juga terus melakukan monitoring dan evaluasi.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Perluas Testing dan Tracing Covid19

Dia menyebut, masih terdapat tujuh provinsi di Indonesia tidak memenuhi standar minimal pemeriksaan screening covid19 alias testing selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4.

Dia mengatakan, ketujuh provinsi itu belum mencapai standar tingkat testing 1:1.000 penduduk dalam sepekan, sesuai dengan ketetapan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Kemenkes: Penurunan Kasus Terkonfirmasi Covid19 Sebanyak 18 Persen

“Beberapa provinsi mengalami penurunan dan belum mencapai target testing minimal. Yaitu provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, NTB, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat,” kata dia.

Nadia mewanti-wanti, sesuai Instruksi Dalam Negeri, maka target untuk kumulatif testing di Jawa-Bali sebesar 270.180 orang, sementara untuk daerah di luar dua pulau itu 214.802 orang yang semestinya harus diperiksa dalam sehari.

Baca juga: Progres Vaksinasi Mahasiswa dan Remaja di Bandung

Jumlah kematian covid19 menurun 16 persen

Namun dia menyebut, masih ada sejumlah perkembangan baik di Indonesia seperti penurunan kasus hingga mencapai 34 persen secara nasional dalam sepekan belakangan.

Jumlah kematian warga terinfeksi covid19 menurutnya juga telah mengalami penurunan 16 persen dibanding sepekan sebelumnya.

Baca juga: Pemerintah Atur Cadangan Dana Vaksin Gratis Covid19 di RAPBN 2022

Dia mengatakan, masih ada sejumlah daerah positivity rate atau rasio kasus harian covid19 rendah, seperti di DKI Jakarta dengan 6,4 persen. Disusul Papua Barat 5,6 persen, Maluku 8,3 persen, dan Maluku Utara 9,7 persen.

“Kita berharap provinsi lain dapat mengikuti jejak provinsi itu, untuk segera menurunkan positivity rate merata di seluruh kabupaten/kota di masing-masing provinsi dengan tetap mempertahankan testing rate sesuai standar,” tutupnya. (***)

Baca juga: Kemenkes Komitmen Naikkan Volume Testing Covid19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post