Pemda dan DPRD Parimo Sepakati Ranperda APBD 2020

0
24
Pemda dan DPRD Parimo Sepakati Ranperda APBD 2020
Rapat Paripurna Pembahasan Ranperda APBD Parimo 2020 (Foto: Ahmad)

Parigi moutong, gemasulawesi.com Pemerintah daerah (Pemda) dan DPRD sepakati Rancangan peraturan daerah atau Ranperda APBD Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah tahun 2020.

“Setelah disepakati bersama, selanjutnya tiga hari kedepan sejak 27 November 2019 adalah pelaksanaan asistensi serta penyesuaian anggaran,” ungkap Ketua DPRD Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Sayutin Budianto, di kantor DPRD, Senin, 26 November 2019.

Ia melanjutkan, pada 30 November 2019 setelah proses asistensi telah rampung, kemudian akan dilakukan penetapan APBD Parigi Moutong Sulawesi Tengah 2020. Secara umum Postur APBD 2020 antara lain Pendapatan Rp 1,620 Triliun, Belanja Rp 1,617 Triliun dan pembayaran pokok utang Rp 2,4 Miliar.

Menurut penyampaian laporan Badan anggaran (Banggar), diketahui detail pendapatan senilai Rp 1.620.065.307.040. Pendapatan terdiri dari PAD senilai Rp 120.602.979.606 dana perimbangan, sebesar Rp 1.219.394.369.200 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, senilai Rp 280.067.958.234.

Baca juga: BKN Targetkan Pengumuman Akhir Seleksi CPNS Berakhir April 2020

Selanjutnya, dari sisi belanja daerah senilai Rp 1.617.665.307.040. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung senilai Rp 1.013.499.195.854. Belanja langsung senilai Rp.604.166.111.185. Dan sisi pembiayaan daerah senilai Rp. 2.400.000.000. Pembiayaan itu berasal dari pembayaran pokok utang.

Sebelumnya, Anggota legislatif (Anleg) DPRD Parigi Moutong mempertanyakan distribusi DAK dan DAU APBD Parigi Moutong Sulawesi Tengah tahun 2020.

“Dalam postur APBD belanja modal lebih kecil, sementara DAK dan DAU jumlahnya mencapai ratusan miliar Rupiah. Ini mesti menjadi perhatian,” ungkap Sayutin Budianto dalam sidang Banggar di kantor DPRD, Jumat, 22 November 2019.

Ia mengatakan, belanja daerah dalam rancangan APBD Parigi Moutong Sulawesi Tengah mencapai sekitar 1,2 Triliun Rupiah. Sementara, pendapatan daerah akumulasinya adalah 1,6 Triliun Rupiah. Rincian belanjanya, berupa belanja tidak langsung senilai 1,7 Triliun Rupiah, belanja langsung 500 Miliar Rupiah.

Menyambung pernyataan Ketua DPRD Sayutin, Anggota legislatif (Anleg) DPRD Parimo H. Suardi menanyakan distribusi kelebihan DAK dan DAU kemana saja.  Ia mempertanyakan alasan sehingga belanja tidak langsung (DAU) sangat besar porsinya mencapai 800 Miliar Rupiah.

Anggota Banggar DPRD Parimo, Alfreds Tonggiro pun sama menanyakan anggaran DAU senilai 29 Miliar, diantaranya mayoritas membiayai program stunting.

Baca juga: Lebih Parah, Diperkirakan Progres Pekerjaan Puskesmas Sumber Sari Dibawah 50 Persen

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan