Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pemda Buol Optimalkan Jaring Pengaman Sosial Lewat UMKM

Pemda Buol Optimalkan Jaringan Pengaman Sosial Lewat UMKM
Foto: Illustrasi jaring pengaman sosial.

Gemasulawesi– Bupati Buol Amirudin Rauf di Buol mengatakan, salah satu langkah harus dilaksanakan OPD dalam optimalkan jaring pengaman sosial di masa PPKM adalah meningkatkan produksi UMKM.

“Sektor yang juga perlu untuk dimaksimalkan semisal bantuan mekanisasi produksi sektor UMKM, ini penting agar tetap hidup dan eksis meski dalam situasi pandemi covid19,” ungkap Bupati Buol Amirudin Rauf di Buol, Jumat 13 Agustus 2021.

Amirudin Rauf mengatakan saat ini terdapat beberapa UMKM diintervensi Pemda Buol, untuk optimalkan jaring pengaman sosial. Salah satunya yakni pemberian mesin usaha produksi teh gaharu dikelola kelompok usaha.

Baca juga: Parigi Moutong Dapat Jatah Bantuan 200 Miliar Rupiah KUR Petani

Selain bantuan mesin untuk UMKM untuk optimalkan jaring pengaman sosial, pada sektor peternakan berbasis kelompok masyarakat, Pemda Buol juga memberikan dukungan mesin untuk pembuatan pakan ternak.

“Di sektor perikanan sendiri saat ini kurang lebih 50 hektare tambak masyarakat telah dicetak/revitalisasi untuk penguatan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Bupati menyebut, semua program dicetuskan termasuk optimalkan jaring pengaman sosial harus bertujuan penguatan ketahanan pangan daerah di tengah pandemi.

“Jika pangan daerah kuat, perekonomian rakyat relatif stabil, beberapa sektor ekonomi rakyat menggeliat, maka harapanya Kabupaten Buol akan mampu bertahan dari efek domino pandemi terhadap perekonomian,” sebutnya.

Gubernur minta KUR lunak untuk pertumbuhan ekonomi

Sebelumnya, terkait penguatan perekonomian masyarakat Gubernur meminta BRI menyiapkan dana KUR untuk Sulawesi Tengah senilai Rp5 Triliun.

“KUR berupa pinjaman lunak dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkap Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdy Mastura, beberapa waktu lalu.

Kedepan kata dia, diharapkan swasta dapat mengambil peran besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pembangunan di Sulawesi Tengah.

Ia mengapresiasi dukungan dari BRI terhadap visi dan misinya, melalui skema KUR untuk Sulawesi Tengah.

“Saya berharap kepada OPD teknis dapat memberikan fasilitas kepada petani untuk dapat memanfaatkan KUR BRI,” sebutnya.

Saat ini, pihaknya konsentrasi untuk mempercepat pemulihan dampak bencana Sulawesi Tengah, penanganan covid 19 dan percepatan penanganan kasus Poso.

“Jadi, APBD-P 2021 diarahkan untuk penanganan permasalahan itu,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan sulawesi tengah sangat kaya tetapi tingkat kemiskinan kita sangat tinggi.

Kedepan harus meningkatkan Fiskal daerah untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. (***)

Baca juga: Gubernur Minta BRI Siapkan KUR untuk Sulawesi Tengah Rp5 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post