Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Pemda Batasi Pelayaran Kapal Angkutan Penumpang ke Asmat

Pemda Batasi Pelayaran Kapal Angkutan Penumpang ke Asmat
Foto: Illustrasi Kapal Angkutan Penumpang.

Gemasulawesi– Pemda Asmat, Provinsi Papua terus melakukan langkah mitigasi menekan penularan kasus covid19, dengan batasi pelayaran kapal angkutan penumpang ke Asmat.

“Kapal-kapal penumpang untuk sementara waktu kami tunda dulu melayani pengangkutan,” ungkap Bupati Asmat Elisa Kambu, Sabtu 21 Agustus 2021.

Selain batasi pelayaran kapal angkutan penumpang ke Asmat, beberapa waktu lalu pihaknya juga menghentikan layanan transportasi udara ke Bandara Ewer. Namun sekarang sudah mulai dibuka kembali.

Baca juga: DPR: Mitigasi Pembelajaran Tatap Muka di Zona Hijau Covid-19

Menurut dia, Pemda Asmat terus melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat, untuk mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Hanya saja, tidak semua warga bisa memahami hal itu karena berbagai keterbatasan.

“Masyarakat kita ini ada yang dengar, tapi banyak juga yang malas tahu dengan Prokes meskipun sudah diimbau berulang kali. Meskipun begitu, kami tidak pernah menyerah untuk terus mengimbau dan mengambil langkah-langkah untuk pencegahan penularan Covid19 di Asmat,” kata dia.

Minimnya pasokan vaksin Sinovac dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua ke Kabupaten Asmat menghambat percepatan program vaksinasi Covid19 di Asmat.

Baca juga: Satgas Jemput 500 Dosis Vaksin Covid 19 Tahap Pertama

Asmat sudah terima 20.700 dosis Vaksin Sinovac

Dia mengatakan, sampai saat ini daerahnya baru menerima 20.700 dosis Vaksin Sinovac. Dari jumlah itu, vaksin sudah digunakan atau disuntikkan kepada warga lebih dari 17.000 dosis.

Sedangkan target sasaran yang harus divaksin di daerah itu kata dia, lebih dari 90.000 orang. Sasaran itu terdiri dari sekitar 88.000 orang dewasa dan sisanya pelajar usia 12 tahun hingga 17 tahun.

“Untuk mempercepat program vaksinasi, kami menunggu pengiriman logistik dari pusat. Tenaga vaksinator kami sudah siap dan masyarakat Asmat sangat antusias untuk mendapatkan vaksin. Sampai hari ini cakupannya baru sekitar 12 persen,” kata dia.

Dia berharap serta meminta tambahan logistik Vaksin Sinovac dari Kemenkes untuk dikirim ke Asmat.

Percepatan program vaksinasi di Asmat dalam upaya menekan laju penularan virus corona yang sudah menjangkiti 1.034 warga, dan telah merenggut nyawa 13 warga masyarakat setempat.

Dia pun menyebut, penularan virus corona di wilayahnya sudah semakin menurun, karena berkurang drastisnya pasien dirawat di RSUD Asmat, dan 3 Puskesmas setempat. Sebelumnya ada 8 distrik/kecamatan di Asmat zona merah Covid19. (***)

Baca juga: Banyak TKA Pulang, Pemerintah Harus Mitigasi Resiko Realisasi Investasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post